Polisi Gagalkan Penyelundupan Senjata Api Asli di Bandara Soekarno-Hatta

Kombes Pol Adi Ferdian Saputra mengatakan dari tiga laporan polisi tersebut pihaknya mengamankan dua tersangka

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Ega Alfreda
Polresta Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan tiga kasus penyelundupan senjata api dan pelurunya di Bandara Soekarno-Hatta dalam rentang satu bulan, Selasa (27/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Polresta Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan penyelundupan senjata api di Bandara Soekarno-Hatta.

Dalam rentang satu bulan yakni September - Oktober 2020 Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta telah menggagalkan tiga kasus penyelundupan senjata api.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra mengatakan dari tiga laporan polisi tersebut pihaknya mengamankan dua tersangka yakni SAS, dan ZI.

Sementara, satus orang masih dalam pengejaran alias buron yakni R.

"Pertama terjadi tanggal 19 September 2020, yang kedua 20 september 2020, ketiga 9 Oktober 2020. Jadi rentang satu bulan ini, akhir bulan September sampe pertengahan Oktober ditangani tiga kasus terkait senjata api," kata Adi, Selasa (27/10/2020).

Ia menerangkan pada kasus pertama tanggal 19 September didapat tersangka SAS hendak terbang menggunakan maskapai Lion Air menuju Makassar.

Polresta Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan tiga kasus penyelundupan senjata api dan pelurunya di Bandara Soekarno-Hatta dalam rentang satu bulan, Selasa (27/10/2020).
Polresta Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan tiga kasus penyelundupan senjata api dan pelurunya di Bandara Soekarno-Hatta dalam rentang satu bulan, Selasa (27/10/2020). (TribunJakarta/Ega Alfreda)

Saat melalui Security Check Point (SCP) petugas Aviation Security (Avsec) menemukan kalau SAS membawa senjata jenis revolver bermerk S and W.

"Saat ditanya kelengkapan administrasinya, SAS tidak dapat menunjukkan surat kelengkapannya. bahkan sampai tahap penyidikan yang bersangkutan tidak mampu menunjukkan surat kepemilikan," ungkap Adi.

Dari hasil pendalaman SAS sudah memiliki senjata api asli pabrikan tersebut sejak tahun 2015 lengkap dengan empat butir peluru aktif.

Kasus kedua, lanjut Adi, terjadi pada 29 September 2020 saat pihaknya bekerja sama dengan PT Pos Indonesia.

PT Pos Indonesia menemukan pengiriman paket berisi 50 butir pelor aktif dan melaporkan kepada Polresta Bandara Soekarno-Hatta dan mendapati jejak ZI sampai ke Riau.

"Saudara ZI yang mana kita lidik sampai ke Riau koordinasi dengan Polda Riau. Kemudian ZI ditangkap berkoordinasi dengan Polresta Padang. Saat ditangkap ada pada yang bersangkutan sepucuk senjata api," terang Adi.

Sementara kasus ketiga terungkap pada 9 Oktober 2020 masih bekerja sama dengan PT Pos Indonesia yang menemukan senjata api rakitan jenis revolver.

"Menggagalkan kiriman rovolver rakitan tapi sudah bagus dan halus serta rapi. Tapi untuk rovolver ini kita masih melakukan penyelidikan terkait pemilik baik pengirim dan penerima," sambung Adi.

Baca juga: Sejumlah Fasilitas Transportasi di Bandara Soekarno-Hatta Belum Beroperasi Saat Pandemi Covid-19

Baca juga: Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Bakal Naik 15% Saat Libur Panjang di Tengah Pandemi Covid-19

Baca juga: Kronologi Tukang Bubur Ditipu di Bandara Soekarno-Hatta, Awalnya Mau Pesan Ratusan Porsi

Untuk kasus ketiga polisi masih melakukan pengejaran terhadap R yang diduga kuat menjadi penerima senjaya revolver rakitan tersebut.

Ketiganya pun disangkakan Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved