Antisipasi Virus Corona di DKI
Rizieq Shihab Menolak Swab Test, Kepala Dinas Kesehatan DKI Mengaku Tidak Tahu
Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini berdalih, pihaknya sampai saat ini belum mendapat informasi jelas terkait aksi penolakan itu.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti tak mau banyak berkomentar soal Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab yang menolak melakukan swab test PCR.
Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini berdalih, pihaknya sampai saat ini belum mendapat informasi jelas terkait aksi penolakan itu.
"Saya enggak tahu konteksnya seperti apa pada saat beliau ditawari ya," ucapnya, Senin (23/11/2020).
Ia menyebut, pihaknya kini tengah berusaha mencari informasi terkait perkara itu sebelum mengambil langkah lebih jauh.
"Kami perlu dapat informasi yang lebih jelas sehingga bisa berkomentar karena saya belum tahu beritanya seperti apa," ujarnya saat ditemui di Balai Kota DKI.
Sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanganan Covid-19 disebutkan jika ada warga yang menolak tes yang digelar pemerintah, maka bisa dikenakan sanksi denda.
Aturan ini tertuang dalam Pasal 29 Perda tersebut berbunyi:
Setiap orang yang dengan sengaja menolak untuk dilakukan Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction atau Tes Cepat Molekuler, dan/atau pemeriksaan penunjang yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dipidana dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp 5 Juta.
Terkait hal ini, politisi PDIP Jhonny Simanjuntak meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tegas dalam menerapkan aturan tersebut.
Ia ingin agar orang nomor satu di DKI itu memberikan denda kepada Rizieq Shihab.
"Perda sudah mulai berlaku, itu harus diberlakukan denda. Satgas Covid-19
"DKI Jakarta mestinya sudah harus mengenakan denda kepada beliau supaya ada kepercayaan dari publik," tuturnya saat dikonfirmasi.
Baca juga: Simpang BCP Ditutup Selama Pemasangan Girder Tol Becakayu, Ini Jalur Alternatif Menuju Summarecon
Baca juga: Anggota Fraksi PDIP DKI Jakarta Minta Anies Baswedan Beri Sanksi ke Rizieq Shihab
Baca juga: Simpang BCP Ditutup Selama Pemasangan Erection Girder Tol Becakayu, Berikut Jadwalnya
Seperti diketahui, Sejumlah aparat gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Satpol PP gagal menemui Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab pada Sabtu (21/11/2020) malam.
Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Singgih Hermawan mengatakan, Habib Rizieq ogah menemui aparat gabungan lantaran sedang beristirahat.
Memang, petugas gabungan ini mendatangi rumah Habib Rizieq di Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat sekira pukul 22.15 WIB.
"Maksud kedatangan tiga pilar menyambangi rumah bapak HRS ingin bertemu dengan hapak HRS, tapi tidak bisa karena sedang istirahat dan tidak menerima tamu," ucapnya, Minggu (22/11/2020).
Alih-alih bertemu Habib Rizieq, petugas hanya bisa menyampaikan pesan melalui Ustaz Yono yang bertindak sebagai perwakilan keluarga pentolan FPI itu.
Polisi pun berpesan agar Habib Rizieq segera melakukan swab test untuk mengetahui kondisi kesehatannya.
Pasalnya, sejak acara pernikahan putrinya, Syarifah Najwa Shihab, Habib Rizieq dikabarkan sakit.
Bahkan berhembus kabar yang menyebut Imam Besar FPI itu terpapar Covid-19.
Meski FPI membantah kabar tersebut, ia tetap diminta melakukan swab test untuk memastikan kesehatannya.
"Petugas menyampaikan pesan supaya pak HRS melakukan swab test karena kemarin yang bersangkutan berada dalam kerumunan orang sangat banyak," ujarnya saat dikonfirmasi.
"Dengan beredarnya isu sakit, maka untuk memastikan apakah terpapar atau tidak maka harus tes swab," tambahnya menjelaskan.