Virus Corona di Indonesia

Petugas Pemakaman Diduga Melarikan diri, Kapolsek Terjun Makamkan Pasien Reaktif Covid

Kapolsek Tamako bersama dua anggotanya yakni Bripka D.R. Mangempa dan Brigpol Neiheel Manganang serta Camat memakamkan jenazah

Editor: Erik Sinaga
ISTIMEWA/PEMKOT TANGERANG
Ilustrasi pemakaman khusus korban Covid-19. Di Sulawesi Utara Kapolsek terpaksa ikut memakamkan jenazah karena petugas diduga melarikan diri 

Tak berselang lama, APD tiba. Namun petugas khusus pemakaman yang diduga melarikan diri tak kunjung kembali.

"Tak mau menunggu lama, Kapolsek Tamako bersama dua anggotanya yakni Bripka D.R. Mangempa dan Brigpol Neiheel Manganang serta Camat Tamako, dan dua orang pihak keluarga langsung mengenakan APD lengkap untuk memakamkan jenazah," ujar dia.

Prosesi pemakaman didahului dengan ibadah singkat dipimpin oleh Pendeta Ezra Manembu.

Rangkaian pemakaman selesai pada 01.00 Wita dalam keadaan aman dan kondusif.

Baca juga: Stok Darah di PMI Kota Tangerang Sangat Menipis Saat Pandemi Covid-19

Baca juga: Sudah 3 Tahun Dikubur, Jenazah KH Achmad Baidowi Tetap utuh dan Harum

Baca juga: Dinas Kesehatan Bekasi Mulai Berikan Pelatihan Terhadap Vaksinator Covid-19

Jules pun mengapresiasi kinerja Polsek Tamako dan seluruh pihak terkait, atas proses pemakaman jenazah tersebut yang berjalan dengan baik.

“Apresiasi dan terima kasih kepada Kapolsek Tamako bersama anggota, pihak Pemerintah Kecamatan dan Koramil, yang telah mengawal, memberikan pemahaman hingga memakamkan jenazah sesuai protokol kesehatan Covid-19, sehingga berjalan dengan aman dan kondusif,” pungkas Jules Abraham Abast.

Berita ini telah tayang di Kompas,com berjudul: Kapolsek di Sulut Sampai Ikut Makamkan Pasien Reaktif Rapid Test yang Ditolak Warga

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved