Breaking News:

Natal dan Tahun Baru 2021

Libur Natal dan Tahun Baru 2021 di Tol Tangerang-Merak, Pengelola: Tidak Ada Penumpukan

Pengelola jalan tol Tangerang-Merak prediksi tidak akan ada lonjakan kendaraan saat libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Warta Kota/Andika Panduwinata
Situasi ruas Tol Tangerang-Merak yang aman. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Tol Tangerang-Merak diprediksi tidak akan ada lonjakan kendaraan saat libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Fakta tersebut hasil dari perhitungan dari ASTRA Infra selaku pengelola jalan tol sepanjang 357,6 kilometer tersebut.

"Prediksi kami sampai sejauh ini tidak akan ada penumpukan (kendaraan)," kata Krist Ade Sudiyono selaku CEO Toll Road Business Group ASTRA Infra, Kamis (17/12/2020).

Kendati demikian, Krist berharap pengguna jalan tol Tangerang-Merak bisa melakukan perencanaan waktu perjalanan.

Tidak lain dan tidak bukan agar dapat berkontribusi dalam menghindari penumpukan kendaraan saat pandemi Covid-19.

Baca juga: 10.503 Titik di Jakarta Timur Telah Disemprot Disinfektan

ASTRA Infra pun mengaku siap menyambut dan melayani masyarakat yang memanfaatkan tol selama libur Natal dan Tahun Baru 2021.

"Tentu kita sudah berkoordinasi dengan pihak polisi bahwa persiapannya full power," ujar Rinaldi, Direktur Teknik & Operasi ASTRA Infra Tol Tangerang-Merak dalam keterangannya.

ASTRA Infra memastikan ruas tol Tangerang-Merak dalam kondisi baik dan bebas dari perambuan maupun pekerjaan peningkatan jalan.

Layanan kesiapsiagaan dan tanggap darurat di sepanjang tol Tangerang-Merak pun telah disiapkan secara maksimal.

"Kami maksimalkan juga alat-alat transaksi di gerbang tol termasuk apabila ada hambatan kita aktifkan mobile river," katanya.

Baca juga: Anies Larang PNS DKI Keluar Kota, Tunda Cuti Libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021

Baca juga: Gubernur Anies Larang Kafe-Restoran Buka Hingga Larut Malam Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Rinaldi menyebut yang paling diwaspadai pengendara saat melintas adalah kecelakaan, terutama yang diakibatkan oleh faktor manusia seperti mengantuk, kelelahan, tidak konsentrasi, kecepatan tinggi.

"Kami mengedepankan emergency. Untuk titik fokus kita seperti kemarin itu ada beberapa kecelakaan terjadi di Km 65 antara Ciujung sampai Serang Timur, itu saya anggap disebabkan karena mengantuknya pengguna jalan. Sehingga kita juga lebih mengedepankan patroli dan lain-lain agar penyegaran pengguna jalan biar nggak ngantuk," katanya.

Apabila pengguna jalan mengantuk lebih baik menepi di rest area yang sudah disediakan. 

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved