Korban Mutilasi di Saluran Irigasi

Mutilasi Pegawai Minimarket, Puncak Amarah Manusia Silver Saat Sakit Tetap Dicabuli

Terungkap alasan manusia silver AYJ (17) memutilasi pegawai minimarket Donny Saputra (24) di Bekasi.

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Rekonstruksi pembunuhan mutilasi di Kampung Pulo Gede, Jakasampurna, Kota Bekasi, Rabu (15/12/2020). Terungkap alasan manusia silver AYJ (17) memutilasi pegawai minimarket Donny Saputra (24). 

Namun setelah hubungan keduanya semakin dalam, iming-iming uang itu kerap hanya sebagai pancingan saja.

Korban Donny justru lebih sering menekan dengan kekuatan fisik agar AYJ mau melakukan hubungan seks sesama jenis.

"Kemudian tidak ada lagi pemberian-pemberian itu (uang), terutama ketika saya tanya kenapa kamu (AYJ) enggak bisa nolak, dia bilang badannya besar Bu, dasar itu juga yang melatarbelakangi melakukan mutilasi agar jasad korban bisa mudah dibawa," tuturnya.

Rekonstruksi kasus mutilasi saat tersangka AYJ (17) membuang potongan tubuh berupa kaki korban Donny Saputra di Jalan Guntur sekat Stadion Patriot Bekasi, Rabu (16/12/2020). 
Rekonstruksi kasus mutilasi saat tersangka AYJ (17) membuang potongan tubuh berupa kaki korban Donny Saputra di Jalan Guntur sekat Stadion Patriot Bekasi, Rabu (16/12/2020).  (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Dibunuh Agar Tak Ada Korban Lain

Tersangka kasus mutilasi di Bekasi berinisial AYJ (17), memiliki alasan tersendiri tega membunuh Donny Saputra (24).

Pengakuan ini diketahui melalui cerita yang didapat dari kuasa hukum pelaku Evi Risnayanti.

Pengacara dari Pusat Advokasi Hukum dan HAM (PAHAM) ini mengatakan, AYJ dari penggalian informasi mengaku tak ingin ada korban lain disodomi oleh korban mutilasi Donny Saputra.

"Dia teringat mau membunuh itu bilang jangan sampai ada korban lain, kalau ini orang (Donny) masih ada nanti melakukan hal serupa kepada yang lain," kata Evi saat dijumpai mendampingi proses rekonstruksi, Rabu (16/12/2020).

Evi menambahkan, tersangka AYJ juga teringat rekannya, merupakan kakak beradik yang diduga sempat menjadi korban pelecehan seksual sesama jenis dari Donny.

"Kejadian (sodomi) di tempat lain dan para korban melaporkan kepada pelaku (AYJ). Ada beberapa juga yang sedang kita dampingi," ucap Evi.

Korban pelecehan seksual sesama jenis sejauh ini masih dalam pengawasan pihaknya, hal ini juga bertujuan untuk menggali lebih dalam informasi guna kebutuhan persidangan AYJ.

"Kami akan melakukan pendampingan kepada korban-korban yang lainnya karena mereka menjadi korban. Pelaku (AYJ) juga korban sebenernya," terangnya.

Rekonstruksi pembunuhan mutilasi di Kampung Pulo Gede, Jakasampurna, Kota Bekasi, Rabu (15/12/2020).
Rekonstruksi pembunuhan mutilasi di Kampung Pulo Gede, Jakasampurna, Kota Bekasi, Rabu (15/12/2020). (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Dari pengakuan AYJ, korban mutilasi Donny Saputra diduga pernah melakukan perbuatan sodomi kepada empat atau lima orang anak di bawah umur.

"Ada, ada (korba lain) dan itu korbannya masih kecil-kecil semua, sekitar 4 hingga 5 orang dari umur 12 hingga 17 tahun yang menjadi korban sodomi," ungkap Evi.

Dia sejauh ini, masih terus menggali informasi terkait pengakuan AYJ. Beberapa korban pelecehan seksual sesama jenis nantinya akan dihadirkan sebagai saksi agar meringankan ancaman tersangka. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved