Kaleidoskop Jabodetabek 2020

Kaleidoskop 2020, Petaka Banjir 1 Januari yang Tewaskan 5 Warga Jakarta Timur

Kelima korban memang tak seluruhnya meninggal karena tenggelam dan terseret arus, di antaranya ada yang tersengat aliran listrik saat mengungsi.

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Perahu karet dan gerobak jadi alternatif korban banjir untuk evakuasi. 

Sejak pagi hingga malam personel gabungan pontang-panting melalukan evakuasi warga terdampak banjir yang tersebar di Jakarta Timur.

Hanya saja korban jiwa akibat banjir tak sepenuhnya berhasil dicegah karena keterbatasan personel, kondisi lapangan, dan lain hal yang menyulitkan.

AKBP Hery Purnomo yang saat kejadian menjabat Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Timur menyebut lima warga Jakarta Timur tewas saat banjir 1 Januari 2020.

Kelima korban memang tak seluruhnya meninggal karena tenggelam dan terseret arus, di antaranya ada yang tersengat aliran listrik saat mengungsi.

"Lima yang meninggal ini kejadiannya di bawah pukul 18.00 WIB semua. Sejauh ini data yang kita terima ada lima warga Jakarta Timur yang meninggal saat banjir," tutur Hery, Kamis (2/1/2020).

Baca juga: Truk Bermuatan Batu Terguling di Tambun, Pemotor Anggota TNI Tewas Tertimpa

Baca juga: Kaleidoskop 2020: Akhir Penantian Anies Setelah 2 Tahun Menjomblo Usai Ditinggal Sandi Uno Nyapres

Baca juga: Kaleidoskop 2020, Kota Depok Banjir dan Tanah Longsor Hingga Renggut 4 Nyawa 

Pemkot Jakarta Timur sendiri mencatat dari 10 Kecamatan hanya satu yang bebas dari pengungsi akibat banjir, yakni Kecamatan Pasar Rebo.

Banyaknya warga Jakarta Timur yang jadi korban banjir membuat penganan sulit, keluhan terkait penanganan dilayangkan ke Pemprov DKI dan pemerintah pusat.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun yang sejak pagi hingga malam memantau penanganan banjir pun tak luput jadi pelampiasan emosi warga.

Saat memantau banjir di Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu pada Rabu malam Anies mendapat protes langsung dari seorang warga bernama Syarif.

Kepada Anies, dia menyampaikan keluhan karena evakuasi warga RW 03 yang direncanakan sejak pukul 18.00 WIB urung terlaksana hingga 20.06 WIB.

"Pak ini saya evakuasi warga tapi enggak bisa karena listrik belum mati. Sampai sekarang listrik masih menyala, takutnya kesetrum," keluh Syarif kepada Anies.

Menanggapi keluhan, Anies memanggil Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang kala itu dijabat Subejo meminta masalah segera diselesaikan.

Tak sampai hitungan 5 menit, listrik di permukiman RW 03 Kampung Pulo korban banjir luapan Kali Ciliwung seketika padam sesuai permintaan warga.

"Sudah ya pak, saya mau evakuasi warga yang kebanjiran dulu," tutur Syarif sembari berlalu meninggalkan Anies yang masih bertahan memantau penanganan banjir.

Buruknya penanganan juga dikeluhkan warga Kampung Arus, RW 02, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati korban banjir luapan Kali Ciliwung.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved