Pentingnya Tes Pendengaran Bayi Sejak Dini, Apa Yang Perlu Dilakukan?

Melakukan tes pendengaran bayi harus sejak sedini mungkin, untuk mengetahui apakah ada gangguan pendengaran pada bayi.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Suharno
Freepik
Ilustrasi Bayi 

Misalnya bayi merasa seperti terkejut, atau akan berhenti menyusu ketika mendengar stimulus bunyi saat sedang menyusu. 

"Atau mungkin nafasnya menjadi cepat, denyut jantungnya meningkat, nah reflek-reflek ini secara subjektif bisa dikenali oleh orangtua," katanya.

Selain itu, pada usia 4-7 bulan, secara umum bayi mampu merespon stimulus bunyi dengan gerakan-gerakan kecil dan sederhana seperti menoleh ke kanan, atau ke kiri.

Sementara pada usia 8-12 bulan, bayi dapat mencari sumber bunyi seperti dengan menoleh ke atas, atau ke bawah.

Di umur 10 bulan, bayi mulai bisa mengulang kata-kata yang ia dengar, hingga pada usia 12 bulan mungkin bayi mulai dapat mengucapkan 1 atau 2 kata yang bermakna seiring dengan fungsi pendengaran dan bicara yang baik.

Menurut dr Benny, apabila tahapan normal ini tak terlihat, sebaiknya orangtua perlu waspada.

Segera periksakan anak ke rumah sakit, sehingga dokter dapat melakukan langkah pemeriksaan serta tindakan penanganan selanjutnya.

"Jadi prinsip dari penanganan gangguan pendengaran pada bayi dan anak ini, kita harus skrining dan deteksi sedini mungkin. Kemudian juga intervensi sedini mungkin, supaya anak tersebut diharapkan pada umur 3 tahun akan sama kemampuan bicaranya pada anak yang pendengarannya normal,"

"Jadi diharapkan orangtua yang sudah merasa curiga bayi dan anaknya alami gangguan pendengaran, periksa ke dokter THT. Jangan tunggu nanti," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved