Virus Corona di Indonesia
Selama Pandemi Covid-19, Setiap Hari 190 Jenazah yang Dimakamkan di DKI Jakarta
Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Suzi Marsitawati mengatakan, jumlah ini meningkat dua kali lipat dibandingkan masa sebelum pandemi.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Muhammad Zulfikar
Bila satu petak makam luasnya 3,75 meter persegi, maka lahan yang dibeli itu diperkirakan mampu menampung 8.800 jenazah.
Meski demikian, anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini menyebut, belum semua lahan itu sudah bisa dimanfaatkan.
Kini, baru lahan di Srengseng Sawah dan Bambu Wulung yang sudah digunakan sebagai lokasi pemakaman dengan protokol Covid-19.
"Sekarang kondisinya memang belum ditata, jadi sedikit lagi kami akan tata, kami akan rumputkan, kami akan tataplah," ujarnya menjelaskan.
Baca juga: Siswi Nonmuslim Diminta Pakai Jilbab, Orang Tua Surati Jokowi dan Mendikbud
Baca juga: Cara Menghilangkan Tahi Lalat Tanpa Operasi, 7 Obat Tradisional Ini Jadi Solusinya
Ia menjelaskan, pihaknya tak bisa langsung membuka lahan di lima lokasi itu sebagai lokasi pemakaman khusus Covid-19 lantaran adanya keterbatasan alat berat.
Sebab, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota harus berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga untuk proses penggalian makam.
"Jadi kita pelan-pelan, masalahnya karena kesulitan alat berat. Kami harus berkoordinasi dengan dinas lain," tuturnya.
Adapun lahan 3,3 hektar ini dibeli Pemprov DKI menggunakan anggaran yang telah dialokasikan dalam APBD Perubahan 2020 lalu.
"Rp 185 miliar untuk beli (lahan) di lima lokasi itu. Tapi enggak semua Rp 185 miliar," kata dia.