Breaking News:

Mobil Kliennya Dirampas Debt Collector, Togar Situmorang Minta Polisi Usut: Ada Undang-undangnya

Seperti yang dialami oleh salah satu klien dari Law Firm Togar Situmorang Muhhamad Nazir mobilnya dirampas debt collector

ISTIMEWA
Advokat Togar Situmorang berbicara dengan kliennya yang mobilnya dirampas oleh debt colector. 

"Sopir diarahkan ke suatu tempat yang kemudian diketahui sebagai Pasar Wisata Sedati Sidoarjo, kemudian sopir menghubungi saya dan saya segera menyusulnya ke tempat tersebut," sambungnya.

"Saat saya datang dengan istri saya di tempat tersebut sudah banyak orang dan menahan mobil saya dengan cara ngeblok atau memarkir mobil mereka di belakang mobil saya jadi saya tidak bisa bawa mobil keluar dari tempat tersebut."

Advokat Togar Situmorang berbicara dengan kliennya yang mobilnya dirampas oleh debt colector.
Advokat Togar Situmorang berbicara dengan kliennya yang mobilnya dirampas oleh debt colector. (ISTIMEWA)

"Lalu saya mendekati mereka dengan menanyakan maksud dan tujuan mereka, mereka menawarkan sejumlah uang jika saya menginginkan mobil saya diambil, karena info dari mereka kalau mereka ditugaskan oleh salah satu finance tempat saya melakukan kredit untuk mengambil mobil saya karena sudah lebih enam bulan tidak ada pembayaran."

"Saya sudah menjelaskan kalau kami masih negosiasi tentang relaksasi dan menunjukkan surat kuasa dari Kantor Hukum Togar Situmorang tapi mereka tetap tidak menghiraukan karena sudah dapat surat tugas dari finance tersebut yang tidak ditunjukkan pada saya walau sudah kami minta."

"Setelah kami meninggalkan mereka dan mobil, kami langsung menuju Polres Sidoarjo dengan maksud akan melaporkan perampasan dan pemerasan tapi karena data yang diminta polisi tentang kepemilikan mobil belum lengkap maka laporan kami ditolak, saat itu sudah pukul 02.00 pagi tanggal 9 Desember 2019, kami kembali pulang sambil nunggu pagi buat ngumpulkan surat-surat mobil guna melanjutkan laporan ke Polres Sidoarjo."

"Pada pukul 5 pagi tanggal 9 Desember 2019 saya dapat informasi kalau mobil sudah tidak ada di lokasi, saat itu juga kami kembali mendatangi lokasi dan memastikan kalau benar-benar mobil sudah tidak ada, lalu saya kembali melanjutkan mengumpulkan data-data dan mendatangi Polres Sidoarjo untuk melanjutkan laporan, kami diterima oleh petugas dan dibuatkan laporan polisi secara resmi," jelas Nazir.

Terkait hal yang dialami kliennya, Advokat Togar Situmorang, SH.,C.Med.,MH.,MAP, CLA buka suara.

"Jadi terkait kasus penarikan mobil yang terjadi di Polres Sidoarjo, karena sudah dilaporkan di wilayah hukum Polres Sidoharjo, oleh diduga Oknum Debt Collector dari satu Leasing tertentu, dengan menggunakan mobil tertera ada Logo Ormas Batak maka sangat kita sayangkan,” ungkap Togar Situmorang.

Advokat Togar Situmorang berbicara dengan kliennya yang mobilnya dirampas oleh debt colector.
Advokat Togar Situmorang berbicara dengan kliennya yang mobilnya dirampas oleh debt colector. (ISTIMEWA)

Togar menjelaskan penarikan secara paksa bertentangan dengan aturan hukum yang ada jelas itu pidana murni dan polisi harus segera bergerak Terutama diaturan hukum terkait Peraturan Menteri Keuangan Nomor 1169/KMK070/1991, dimana disitu jelas ada aturan tentang kegiatan sewa guna usaha, setiap transaksi sewa guna usaha itu adalah perjanjian yang harus ditaati dan diikuti dengan semacam Perjanjian Fidusia.

Maka secara hukum Perjanjian Fidusia itu tidak berlaku untuk Eksekutorial dan dianggap itu sebagai utang piutang biasa, sehingga Leasing tidak berwenang melakukan eksekusi seperti penarikan mobil.

Halaman
123
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved