Breaking News:

Sunyi Pemakaman Maheer At-Thuwailibi, Hanya Keluarga Mengiringi, Aparat Ketat Mengamankan

Pemakaman Maheer At-Thuwailibi berlangsung sunyi di pelataran Pondok Pesantren Daarul Quran

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Jenazah Maheer At-Thuwailibi dimakamkan di pelataran Pondok Pesantren Daarul Qur'an, Cipondoh, Tangerang, sekira pukul 11.00 WIB, Selasa (9/2/2021). 

Tidak banyak terdengar suara tahlil yang biasa mengiringi sepanjang penguburan jenazah. 

Jenazah Maheer dimakamkan di sebelah makam Syekh Ali Jaber.

Pihak keluarga terlihat termenung menyaksikan orang terkasihnya dibaringkan di dalam tanah.

Selain keluarga hanya awak media yang hilir mudik sibuk mengabadikan momen duka itu. 

Usai rampung penguburan dan nisan ditancapkan, doa dikumandangkan. Keluarga khusyuk mengamini.

Jamal, ipar almarhum, mengatakan, keluarga sudah ikhlas atas meninggalnya Maheer.

 "Ya namanya manusia kan ajalnya sudah tertulis. Jadi ya sudah ikhlas," ujar Jamal.

Jamal mengatakan, Maheer meninggal karena penyakit tuberculosis (TBC) usus.

Kondisi Maheer teru menurun sejak ditahan Bareskrim, Polri, Jakarta.

"Kondisinya memang terus menurun, sakit TB usus," ujarnya.

Lurah Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa Saat Banjir di Pejaten Timur Jaksel

Musibah Banjir di Masa Pandemi, 7 Penyakit Ini Harus Diwaspadai

Penyelundupan 258 Kg Sabu Digagalkan, 2 Juta Lebih Jiwa Manusia Terselamatkan

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Maheer ditangkap aparat Bareskrim Mabes Polri pada 3 Desember 2020 lalu.

Ia ditetapkan tersangka atas kasus ujaran kebencian terhadap tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Luthfi bin Yahya.

Maheer meninggal pada usia 28 tahun di dalam Rumah Tahanan Mabes Polri, Senin (8/2/2021). Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved