Ucapan Idham Aziz Soal Hukuman Mati Bagi Polisi Terlibat Narkoba Viral, Bagaimana Nasib Kompol Yuni?

Setelah Kompol Yuni Purwanti ditangkap, ucapan eks Kapolri Idham Aziz soal hukuman mati bagi polisi terlibat narkoba kini jadi sorotan.

Editor: Muji Lestari
TRIBUNNEWS.COM/IST
Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz (kiri) dan Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (kanan). Ucapan Idham Aziz soal hukuman mati bagi polisi terlibat narkoba jadi sorotan. 

Lantas bagaimana nasib Kompol Yuni setelah tertangkap karena diduga terlibat pesta sabu? Akankah ia terancam hukuman mati?

Viralnya video pernyataan Idham Azis sontak menjadi sorotan publik dan jadi perbincangan.

Menanggapi hal tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo akhirnya angkat bicara.

Listyo Sigit buka suara terkait Kapolsek Astana Anyar, Polrestabes Bandung, Kompol Yuni yang ditangkap karena diduga nyabu bareng anggotanya.

Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi kini menjabat sebagai Kapolsek Astana Anyar Kota Bandung.
Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi kini menjabat sebagai Kapolsek Astana Anyar Kota Bandung. (Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik)

Menurut dia, bagi anggota korps Bhayangkara, yang melakukan pelanggaran, tidak pernah ada toleransi.

"Kalau terkait dengan anggota yang melakukan pelanggaran. Saya kira jelas, kita tidak pernah ada toleransi," kata Jenderal Listyo Sigit, di Kalurahan Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta, Jumat (19/2/2021).

Sigit menegaskan, Kompol Yuni Purwanti bersama jajarannya, apabila memang terbukti bersalah, maka akan ditindak tegas. Bahkan, terancam dipidana.

"Aturannya ada. Aturan internal Propam ada. Pidana juga ada," ungkap dia.

Baca juga: Sejumlah Warga Kebon Pala Buru Ikan Cupang di Tengah Banjir, Pria Berusia 69 Tahun Ikut Nyemplung

IPW Ingin Polisi Terlibat Narkoba Dihukum Mati

Ind Police Watch (IPW) berharap 12 polisi yang pesta narkoba tidak hanya dipecat tetapi dihukum mati.

Hukuman tersebut dinilai IPW patut diberikan, karena 12 polisi yang pesta narkoba sudah mempermalukan institusi polri dan mencederai rasa keadilan publik.

“Tujuannya agar narkoba tidak menjadi momok dan bahaya laten bagi institusi kepolisian,” kata Ketua Presidium Ind Police Watch Neta S Pane dilansir KompasTV, Kamis (18/2/2021).

Dalam kasus ini, Neta mendesak institusi Polri juga mengungkap soal dugaan keterlibatan 12 polisi yang ditangkap dalam sindikat narkoba.

Bagaimana pun, sambung Neta, insiden Kapolsek memimpin pesta narkoba merupakan pukulan keras bagi polri, khususnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“IPW berharap kasus ini diusut tuntas agar diketahui apakah ke 12 polisi itu merupakan bagian dari sindikat narkoba di Jawa barat atau hanya sekadar pemakai."

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved