Ucapan Idham Aziz Soal Hukuman Mati Bagi Polisi Terlibat Narkoba Viral, Bagaimana Nasib Kompol Yuni?

Setelah Kompol Yuni Purwanti ditangkap, ucapan eks Kapolri Idham Aziz soal hukuman mati bagi polisi terlibat narkoba kini jadi sorotan.

Editor: Muji Lestari
TRIBUNNEWS.COM/IST
Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz (kiri) dan Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (kanan). Ucapan Idham Aziz soal hukuman mati bagi polisi terlibat narkoba jadi sorotan. 

"Tapi mengingat jumlah mereka begitu besar patut diduga mereka adalah sebuah sindikat,” ujarnya.

Selain itu, Neta berharap Mabes Polri melakukan penerapan pengawasan berjenjang yakni setiap atasan mengawasi sikap, prilaku dan kinerja bawahannya.

Baca juga: Viral Sejumlah Pria Salati Jenazah Covid-19 di Tengah Banjir, Begini Kisahnya

Lantaran, anggota Polri sangat rawan terlibat narkoba dan kerap menjadi incaran para bandar narkoba.

“(Polisi -red) Kerap menjadi inceran para bandar untuk memanfaatkannya, baik sebagai “backing” maupun sebagai pengedar atau pemakai. Sebab itu dari tahun ke tahun jumlah polisi yg terlibat narkoba terus bertambah,” terang Neta.

“Hal ini dikarenakan uang yang didapat dari peredaran narkoba adalah dana segar yang gurih dan para bandar tak segan-segan memberikan dana segar itu untuk oknum polisi asal bisnisnya lancer,” imbuhnya.

Sabu yang Dihisap Diduga Barang Sitaan 

Kompol Yuni hingga kini masih menjalani pemeriksaan di Propam terkait dugaan penggunaan sabu.

Baca juga: Ada Lemari Rahasia Milik Jennifer Jill di Kamar Anak, Polisi Kaget Lihat Isinya saat Gerebek Rumah

Dari keterangan sementara, saat penangkapan tidak ada barang bukti narkoba yang diamankan.

Pihak kepolisian hingga kini juga masih mendalami apakah barang haram tersebut hasil membeli atau barang sitaan.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Erdi Chaniago menjelaskan, belum bisa memastikan asal muasal sabu yang digunakan 12 oknum polisi tersebut.

Ia juga masih mendalami apakah benda haram itu barang bukti sitaan atau didapat dari hasil pembelian.

Baca juga: Tak Sampai 3 Tahun, Terungkap Peran Ahok dan Pertamina Hingga Warga Desa di Tuban Kaya Mendadak

Baca juga: Hidup Teddy Terancam Jika 14 Hari Tak Penuhi Permintaan, Rizky Febian Mohon Tak Diganggu Lagi

Baca juga: Cerita Masa Lalu Kompol Yuni, Sempat Adu Tembak dengan Mantan Anggota Brimob Bandar Narkoba

Beberapa di antara oknum polisi itu hanya diketahui positif sabu berdasarkan hasil tes urine.

"Dari informasi yang kita dapat, mereka anggota polsek ini 'kan hanya sebatas diperiksa urinnya apakah positif mengandung narkotika atau tidak," kata Erdi Chaniago.

"Kebetulan dari 11 itu kurang lebih 6 atau 7 yang dikatakan positif," ungkap dia.

Saat sidak, Erdi menegaskan bahwa pihaknya tidak menemukan adanya barang bukti narkotika.

"Mereka-mereka kita ciduk tidak ada barang-barang bukti yang ada padanya," terang Erdi.

Kasus penggunaan sabu ini terbongkar, setelah pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat.

"Cuma berdasarkan informasi dari masyarakat yang dilaporkan ke Propam bahwa mereka ini diduga menggunakan narkotika jenis sabu," ungkap Erdi.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved