Dipuji Ahok dan Dipakai Anies, Terungkap 2 Pendahulu Yusmada yang Didepak karena Banjir Jakarta
Yusmada Faizal dilantik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai Kadis SDA. Anies sudah mengganti dua Kadis SDA DKI selama dirinya menjabat.
Penulis: Ferdinand Waskita Suryacahya | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Teguh Hendrawan mengaku sudah 'mengadu' kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Hal itu terkait dirinya yang jadi tersangka kasus perusakan lahan warga di Rawa Rorotan, Cakung, Jakarta Timur.
"Sabtu pagi menghadap beliau. Beliau pada prinsipnya akan membantu saya lah."
"Saya mengatakan 'Pak Gubernur, saya menjalankan amanat dan hanya menjalankan perintah'," ungkap Teguh Hendrawan di DPRD Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (29/8/2018).
Teguh Hendrawan menceritakan, saat itu dirinya hanya menjalankan tugas dari Gubernur Jakarta terdahulu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Saya melakukan pengamanan aset itu perintah lisan dari Pak Ahok, 'segera kamu amankan lokasi di sana'," beber Teguh Hendrawan, menirukan ucapan Ahok.
Teguh Hendrawan pun heran atas pelaporan tersebut, sebab status lahan yang dilaporkan itu saat ini sudah menjadi waduk, dan telah diserahterimakan kepada Pemprov DKI Jakarta.
"Jadi yang saya bingung, harus bagaimana lagi ya? Saya kan cuma kerja, tugas saya kepala dinas," ucapnya.
Juaini Yusuf Didepak Anies

Pencopotan Juaini Yusuf dari posisinya sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) menimbulkan tanda tanya besar.
Pasalnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selama ini mengklaim sukses mengatasi banjir yang menerjang ibu kota di awal tahun 2021.
Bila benar Jakarta sukses mengatasi banjir, tentu hal ini tidak terlepas dari kinerja Dinas SDA.
Namun, diam-diam Anies justru mencopot Juaini dari jabatannya.
Kabar pergantian Kepala Dinas SDA pun baru diketahui saat Anies melantik 13 pejabat tinggi di lingkungan Pemprov DKI.
Juaini pun harus menerima turun kelas setelah digeser Anies menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Utara menggantikan Ali Maulana Hakim yang naik jabatan menjadi Wali Kota Jakarta Utara.