Breaking News:

Vaksin AstraZaneca Bakal Tiba di Indonesia, Yuk Ketahui Seputar Vaksin Covid-19 Asal Inggris

Pemerintah Indonesia bakal kedatangan vaksin Covid-19 AstraZaneca yang diperkirakan tiba pada Senin petang.

Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
JOEL SAGET / AFP
Ilustrasi vaksin Covid-19 dari Universitas Oxford dan AstraZeneca, diambil pada 23 November 2020. Pemerintah Indonesia bakal kedatangan vaksin Covid-19 AstraZaneca yang diperkirakan tiba pada Senin petang. 

Dari database yang ada lebih dari 24.000 relawan dari berbagai kelompok ras dan geografis telah melalui uji klinis di Inggris, Brasil dan Afrika Selatan, yang dilakukan sejak April.

Uji coba lebih lanjut sedang dilakukan di Amerika Serikat, Kenya, Jepang, dan India dengan peserta sekitar 60.000 peserta pada akhir tahun.

Dibuat dengan Teknologi Adenovirus

Diketahui, Vaksin Oxford (ChAdOx1 nCoV-19) dibuat dari virus, yang merupakan versi lemah dari virus flu biasa (adenovirus), yang telah diubah secara genetik sehingga sangat tidak mungkin virus tersebut tumbuh pada manusia.

Vaksin adenovirus telah diteliti dan digunakan secara ekstensif selama beberapa dekade dan memiliki manfaat yang signifikan karena vaksin ini stabil, mudah diproduksi dan diangkut, serta bisa disimpan pada suhu lemari es secara lokal dengan temperatur 2 hingga 8 derajat celcius.

Artinya, vaksin dapat dengan mudah didistribusikan dengan menggunakan fasilitas medis yang ada seperti ruang operasi dokter dan apotek lokal sehingga memungkinkan vaksin ini, jika disetujui, dapat digunakan dengan sangat cepat.

Mudah Disimpan

Vaksin ini dapat dengan mudah diberikan berdasarkan sistem perawatan kesehatan yang ada dan bisa disimpan pada 'suhu lemari es' dengan kisaran 2 hingga 8 derajat celcius.

Kelebihan lainnya adalah vaksin ini bisa didistribusikan menggunakan logistik yang sudah ada.

Produksi vaksin dengan skala besar sedang berlangsung di lebih dari 10 negara untuk mendukung akses global yang adil.

Elemen kunci kemitraan Oxford dengan AstraZeneca adalah komitmen bersama untuk menyediakan vaksin bagi semua masyarakat dunia selama pandemi tanpa mengambil untung. Komitmen ini akan terus berlangsung selama diperlukan untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Direktur Oxford Vaccine Group dan Kepala Investigator Uji Coba Vaksin Oxford Profesor Andrew Pollard mengatakan, temuan ini menunjukkan bahwa vaksin yang dikembangkan pihaknya memiliki efektifitas yang akan menyelamatkan banyak nyawa.

"Bagian menarik, kami menemukan bahwa salah satu dari aturan pemberian dosis kami, sekitar 90% terbukti efektif.Jika aturan pemberian dosis ini digunakan, akan ada lebih banyak orang yang bisa divaksinasi dengan pasokan vaksin yang sudah direncanakan," ujar Profesor Andrew.

Dosis yang Diberikan

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved