Breaking News:

PLTSa di Bantargebang Mampu Mengubah Ribuan Ton Sampah Jadi Energi

Melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPST Bantar Gebang, ribuan ton sampah diubah menjadi energi terbarukan

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Muhammad Zulfikar
istimewa/PPID DKI Jakarta
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPST Bantar Gebang 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta terus berupaya untuk menanggulangi tumpukan sampah di Bantargebang.

Melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPST Bantargebang, ribuan ton sampah diubah menjadi energi terbarukan untuk menanggulangi tumpukan sampah dan memperpanjang umur manfaat TPST Bantargebang.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Syaripudin memaparkan, sepanjang tahun 2020 kemarin, PLTSa ini telah beroperasi selama 221 hari.

Dalam waktu tersebut, sebanyak 9.879 ton sampah diolah dengan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang dihasilkan sejumlah 1.918 ton.

"Berdasarkan jumlah hari operasional sinkronisasi dengan turbin, total energi listrik yang dihasilkan mencapai 783,63 MWh atau sekitar 110,59 kWh/ton sampah yang dibakar," papar Syaripudin dalam keterangannya melalui PPID DKI Jakarta, Selasa (9/3/2021).

"Tahun 2020 diproduksi 29,263 _paving block_ dan produksi rata-rata per bulan sebesar 3,658 buah perbulan sebagai pemanfaatan FABA," tambahnya.

Baca juga: Nissan Livina Tabrak Pagar TMII, Pengemudi Diduga Bermain Ponsel saat Menyetir

Baca juga: Belasan Senjata Api Milik Anggota Polres Jakarta Utara Ditarik Sementara

Baca juga: Pemkot Depok Terima 63.500 Dosis Vaksin untuk Vaksinasi Tahap Dua

Untuk diketahui, sebelumnya Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi dengan Pusat Teknologi Lingkungan (PTL) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk pilot project Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPST Bantar Gebang pada 2019 lalu.

PLTSa ini telah diresmikan dengan nama PTLSa Merah Putih.

PLTSa Merah Putih ini didesain dengan waktu beroperasi selama 24 jam perhari dan 250-300 hari pertahunnya.

Bahan bakarnya, menggunakan sampah berkapasitas 100 ton perhari.

Kepala Unit Pengelolaan Sampah Terpadu Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan, dengan adanya PLTSa diharapkan tersedianya alternatif pengolahan sampah yang mampu mereduksi sampah secara signifikan, cepat, ramah lingkungan, serta dapat menghasilkan listrik.

"Selain itu masyarakat juga bisa memperoleh pembelajaran dalam pengolahan sampah secara termal guna implementasi pada fasilitas pengolahan sampah sejenis skala besar di masa mendatang. Hal tersebut sejalan dengan visi TPST Bantar Gebang, sebagai pusat riset dan studi persampahan," kata Asep.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved