Sidang Rizieq Shihab

Mahkamah Agung Anggap Walk Out Rizieq Shihab Cederai Martabat Peradilan

Sikap Rizieq Shihab dalam sidang disesalkan Mahkamah Agung (MA) selaku lembaga peradilan tertinggi di Indonesia.

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
Tangkap layar Kompas TV
Rizieq Shihab saat jalani sidang perdana secara online di PN Jakarta Timur, Selasa (16/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Sikap Rizieq Shihab yang melakukan walk out dan menolak sidang perkara dugaan tindak pidana kekarantinaan kesehatan secara virtual mendapat sorotan.

Tidak hanya dari Komisi Yudisial (KY) yang sudah menyatakan bakal mengusut dugaan Rizieq Shihab merendahkan martabat Majelis Hakim pada sidang Selasa (16/3/2021) dan Jumat (19/3/2021).

Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Alex Adam Faisal mengatakan sikap Rizieq Shihab dalam sidang disesalkan Mahkamah Agung (MA) selaku lembaga peradilan tertinggi di Indonesia.

"Terhadap kejadian peristiwa kemarin pimpinan tertinggi kami, Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung sudah menyampaikan keprihatinannya. Bahwa tindakan-tindakan yang dilakukan hal seperti itu mencederai marwah dan keluhuran daripada martabat peradilan," kata Alex di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (22/3/2021).

Baca juga: Polisi Masih Dalami Adanya Motif Penipuan, Uang Hasil Praktik Penggandaan Diduga Palsu

Alasannya sebagai seorang terdakwa eks pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu wajib mengikuti jalannya sidang dan tidak memiliki hak untuk menolak, terlebih sampai melakukan walk out.

Dalam hal ini sikap Rizieq Shihab dinilai tidak menghormati Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang ditunjuk MA mengadili perkara dugaan kekarantinaan kesehatan.

Baca juga: Anies Baswedan Salat Subuh di Masjid Nurul Abrar, Ini Foto-fotonya

"Khususnya marwah daripada Hakim, dan juga mencederai lembaga peradilan secara umumnya. Sedangkan KY, Komisi Yudisial adalah lembaga yang mengayomi dan melindungi marwah tersebut," ujarnya.

Menanggapi pernyataan KY yang bakal mengusut dugaan Rizieq Shihab merendahkan martabat Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Alex menyerahkan hal tersebut ke KY.

Sesuai UU No 18 Tahun 2011 yang mengatur tugas KY, di antaranya mengambil langkah hukum dan/atau langkah lain terhadap orang perseorangan, kelompok orang, atau badan hukum yang merendahkan kehormatan dan keluhuran martabat hakim.

"Kita hanya menyampaikan hal-hal yang telah terjadi di fakta persidangan. Apakah menurut dia pantas dilanjutkan kita juga tidak bisa berkomentar, karena itu sudah kewenangan. Dan itu bukan kapasitas kami untuk mengomentari hal tersebut," tuturnya.

Baca juga: PN Jakarta Timur Peringatkan Sikap Rizieq Selama Sidang Akan Pengaruhi Vonis Hakim

Baca juga: Bentrok 2 Kelompok di Juanda Depok, 250 Personel Gabungan Disiagakan

Sebelumnya pada sidang pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus tes swab di RS UMMI Bogor pada Selasa (16/3) Rizieq Shihab melakukan walk out dari Bareskrim Polri.

Sementara pada sidang perkara kerumunan warga di Petamburan, Jakarta Pusat pada Jumat (19/3) dia sempat menolak untuk mengikuti jalannya sidang secara virtual dari Bareskrim Polri.

Sikap Rizieq yang menolak menghadiri sidang virtual dan tetap ngotot agar dihadirkan secara langsung di ruang sidang sempat menyulitkan petugas saat membawanya dari sel ke satu ruang.

Baca juga: Tak Punya Izin, Proyek Bangunan di Pelabuhan Perikanan Muara Angke Direkomendasikan Dibongkar

Baca juga: Detik-detik Pria Tewas Bunuh Diri di Apartemen Ambassador Terekam CCTV

Berulang kali dia menyatakan kepada Majelis Hakim baru bersedia mengikuti jalannya sidang bila dihadirkan di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Timur secara langsung.

"Saya didorong, saya tidak mau hadir. Saya sampaikan ke Majelis Hakim, saya tidak ridho dunia-akhirat. Saya dipaksa, didorong, dihinakan," ujar Rizieq sebagaimana di live streaming sidang, Jumat (19/3/2021).

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved