Anies Baswedan Bawa Sepeda Non Lipat Masuk MRT Tuai Polemik, Pihak MRT Turun Tangan Beri Penjelasan

Foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bawa sepeda masuk MRT tuai polemik. Pihak MRT Jakarta beri penjelasan.

Akun Instagram MRT Jakarta
Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan uji coba fasilitas sepeda nonlipat di MRT Jakarta. Ia tiba di Stasiun Lebak Bulus Grab sekitar pukul 06.30 WIB. Foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membawa sepeda masuk MRT menuai polemik. 

Hari ini, mantan Menteri Pendidikan dan kebudayaan tersebut juga bersepeda dengan jajarannya menggunakan MRT Jakarta.

Anies memastikan, sepeda model lipat atau bukan dapat masuk di dalam gerbong khusus MRT Jakarta.

"Mulai hari ini, sepeda lipat maupun non-lipat itu dapat dibawa ke dalam MRT rangka perjalanan," jelas Anies.

"Kami memberikan dukungan yang terbaik bagi masyarakat Jakarta, pengguna sepeda untuk dapat menggunakan sepeda ke kantor, ke tempat tempat usaha, dan lainnya," sambungnya.

Dia melanjutkan, gerbong khusus sepeda itu memiliki ruang yang cukup.

"Sudah diatur sedemikian, ada traffic rule-nya, tandanya, marka, dan sebagainya, serta tempat sudah diatur," ucapnya.

"Tidak akan mengganggu dan jam masuk bagi pesepeda itu diatur jamnya supaya tidak mengganggu. Jadi, sebelum jam 7 pagi," ujarnya. 

Riza Patria Tak Sepakat

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tak sepakat dengan kebijakan pengelola MRT yang mengizinkan sepeda non-lipat masuk gerbong kereta.

Ariza pun menentang kebijakan anak buahnya sendiri lantaran dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain.

"Kalau sepeda tidak lipat mengganggu. Saya kira masyarakat sudah cerdas, pintar bisa membedakan mana yang boleh, mana yang tidak," ucapnya, Kamis (18/3/2021).

Baca juga: Dinonaktifkan Anies Lalu Diperiksa Inspektorat, Kepala BPPBJ DKI Blessmiyanda Terancam Dipolisikan

Baca juga: Gubernur DKI Anies Baswedan Ajak Masyarakat Bawa Sepeda Sambil Naik MRT Jakarta

Lain halnya dengan sepeda lihat, ia menyebut, sepeda jenis ini masih dimungkinkan untuk masuk ke dalam gerbong kereta lantaran dimensinya yang cukup ringkas.

"Ya kalau sepeda lipat mungkin bisa dimungkinkan ya (masuk ke dalam gerbong)," ujarnya di Balai Kota.

Dikutip dari Kompas.com, PT MRT Jakarta akan mengizinkan sepeda non-lipat memasuki gerbong kereta.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, kebijakan ini akan diluncurkan pada 24 Maret 2021, di tiga stasiun, yakni Stasiun Lebak Bulus Grab, Stasiun Bundaran HI, dan Stasiun Blok M BCA.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved