Breaking News:

Pengamat Kritik Menhub Terkait Mudik: Bukan Tupoksinya

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengkritik Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi terkait mudik 2021.

Google
Ilustrasi Mudik. Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengkritik Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi terkait mudik 2021. 

TRIBUNJAKARTA.COM – Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengkritik Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi terkait mudik 2021.

Menhub mengatakan tidak ada larangan mudik lebaran tahun 2021. Menurut Agus, pernyataan Menhub tidak berdasar.

"Itu belum suatu kebijakan, dia (Budi Karya) bicara kan di rapat dengar pendapat bersama DPR," kata Agus ketika dikonfirmasi, Sabtu (26/3/2021).

Agus mengatakan, apabila Budi Karya mengizinkan masyarakat mudik seharusnya ada peraturannya sehingga dasar hukumnya menjadi jelas.

"Nah ini belum ada, dia (Menhub) ngomong, kan dia mah nggak jelas," ujar Agus.

Di samping asal bicara, menurut Agus, soal mudik bukanlah menjadi kewenangan dari Budi Karya.

"Bukan tupoksi, tupoksi Menhub adalah tentang keselamatan moda transprotasi, nah terkait dengan kesehatan ada di Kementerian Kesehatan, untuk pegawasnya ada pada Satgas Covid-19," beber Agus.

Secara terpisah, pengamat politik Karyono Wibowo menilai langkah Budi Karya yang memperbolehkan mudik dan kemudian dilarang oleh Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy merupakan kebijakan yang tidak konsisten.

"Kebijakan ini tidak konsisten, semestinya soal mudik ini harus dibahas secara keseluruhan, baru kemudian diputuskan. Apakah ada mudik terbatas, atau boleh mudik dengan catatan-catatan mestinya," kata Karyono.

Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, kata Karyono, harus memiliki dasar dari berbagai pertimbangan, agar hal tersebut tidak ada perbedaan di setiap kementerian.

"Setiap pengambilan kebjikan harus menegedepankan pertimbangan dan menjadi keputusan bersama. Jangan terjadi lagi lah, perbedan kebijakan dalam satu pemerintahan. Ini akan berpengaruh dalam kepercayaan publik terhadap penanganan Covid-19," kata Karyono.

Baca juga: Razia Prokes Covid-19 di Clique Bar, Polda Metro Jaya Temukan 4 Pengunjung Positif Ganja dan Sabu

Baca juga: Polda Metro Segel Dua Tempat Hiburan Malam di Serpong, Seorang Pengunjung Positif Narkoba

Baca juga: Satpol PP Tangerang Selatan Jaring Pasangan Remaja Janjian Mandi Bareng di Hotel

Karyono menilai konflik kebijakan selama penanganan Covid-19 tak hanya saat ini saja. Juga terjadi pada kali pertama Covid-19 ditemukan dan terus berlanjut.

“Terkait larangan mudik pada tahun lalu juga pro dan kontra, ketidaksinkronan kebijakan, yang pada akhirnya membuat bingung," ujar Karyono.

Editor: Erik Sinaga
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved