Bocah Tunarungu di Tangsel Badannya Merah-merah Dikira Alergi, Orangtua Syok Dengar Ucapan Tetangga

Seorang ayah bernama Yudi Nugroho (36) melihat tubuh anaknya ERN (13) penuh dengan luka memar berwarna merah.

TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Yudi Nugroho (36), ayah anak tunarungu korban penganiayaan di rumahnya di Bambu Apus, Pamulang, Tangsel, Selasa (6/4/2021). 

Namun sampai saat ini, sudah dua pekan lebih hasil visum tersebut belum juga terbit. 

Yudi beberapa kali menanyakannya, namun jawabannya selalu belum ada. 

Hari ini, Selasa (6/4/2021), Yudi kembali ke Polsek Pamulang untuk dimintai keterangan. 

Yudi mengatakan, pihak kepolisian melimpahkan kasus dugaan penganiayaan tersebut ke PPA.

Sementara, terkait hasil visum, pihak Polsek mengatakan akan keluar setelah tiga pekan.

Yudi menyesali proses visum yang dinilainya cukup lama itu.

"Dari RSUnya belum, nanti yang ngambil hasil visum dari pihak Polres. Kata dia tiga minggu, Ini kan baru dua minggu. Tadi istri bilang, tahu gitu kita visum sendiri saja."

"Cuma kan dari awal dia bilang ikutin prosedur kami. Kata dia visum harus dari kita, karena surat visum kita yang ngeluarin, otomatis ya kami ngikutin," papar Yudi.

Yudi berharap setelah kasus dilimpahkan, aparat bisa lebih serius menangani kasusnya.

"Ya berharapnya lebih serius di PPA," ujarnya. 

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved