Antisipasi Virus Corona di DKI

PHRI Minta Kapasitas Restoran Jadi 75 Persen Selama Bulan Puasa, Begini Tanggapan Wagub DKI

Pemprov DKI masih akan tetap membatasi jumlah pengunjung restoran maksimal 50 persen dari kapasitas hingga 19 April 2021 mendatang.

TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balai Kota, Rabu (7/4/2021). PHRI Minta Kapasitas Restoran Jadi 75 Persen Selama Bulan Puasa, Begini Tanggapan Wagub DKI 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria buka suara soal desakan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) yang meminta kapasitas tempat makan dinaikan hingga 75 persen selama bulan suci Ramadan.

Sebab, kapasitas tempat makan atau restoran masih dibatasi maksimal 50 persen selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.

Politisi Gerindra ini pun mengaku bakal menampung dan segera membahas dimungkinkannya meningkatkan kapasitas restoran.

"Silakan asosiasi, PHRI, restoran semua boleh memberikan masukan. Tapi, nanti pada waktunya kami akan sampaikan," ucapnya, Rabu (87/4/2021) malam.

Ariza memastikan, Pemprov DKI masih akan tetap membatasi jumlah pengunjung restoran maksimal 50 persen dari kapasitas hingga 19 April 2021 mendatang.

Kebijakan ini diambil sesuai dengan keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang PPKM mikro hingga dua pekan ke depan.

"Sementara masih 50 persen, nanti kami akan kaji. Sampai tanggal 19 kan masih 50 persen," tuturnya.

Dikutip dari Tribunnews.com, Ketua Badan Pimpinan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta Sutrisno Iwantono meminta pemerintah untuk meningkatkan kapasitas makan di restoran menjadi 75 persen.

Baca juga: Mami BY Eksploitasi Anak di Bawah Umur untuk Dijadikan PSK, Bermodus Sebagai Pemandu Lagu

Baca juga: Petugas Satpol PP Bongkar Blokade Penutup Akses Warga di Cipondoh Tangerang

Baca juga: Wagub DKI Minta Guru Awasi Murid Nongkrong Usai Pembelajaran Tatap Muka

Hal ini terkait tradisi buka puasa bersama (bukber) di bulan suci Ramadan.

Menurut Sutrisno, kapasitas makan di restoran 75 persen ini bisa dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.

"Kalau jam operasional sudah ditambah menjadi 21.00 sekarang yang diharapkan ini bisa ditingkatkan kapasitas makan di tempat menjadi 75 persen dari sebelumnya 50 persen. Tapi jangan terlalu padat, bila itu dimungkinkan," kata Sutrisno dalam konferensi pers daring, Senin (5/4/2021).

PHRI DKI juga menilai program vaksinasi terhadap pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang sudah mulai berjalan bertahan bisa menjadi harapan baru.

"Kita perhitungkan ada 37 ribu karyawan yang diusulkan. Ini sedang kita upayakan untuk bisa dilakukan vaksinasi," terang Sutrisno.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Gumilar Ekalaya menambahkan program vaksinasi bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif akan efektif dilakukan pada Juni 2021.

Gumilar menyatakan hal itu sesuai informasi yang disampaikan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

"Juni yang saya dapat infonya dari dinke. Kita baru bisa melakukan dari sektor parekraf seluruhnya," ucapnya.

Dinparekraf DKI juga tengah berupaya membuka seluruh sektor hiburan yang juga berkontribusi besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

"Sektor kita harapkan dibuka kembali ada karaoke, panti pijat, sektor hiburan ini juga termasuk penyumbang PAD terbesar," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved