Misteri Wanita Bersuami Diajak Teman Jalan-jalan, Pulang Sudah Membiru Telah Jadi Jasad

Dilla (25) wanita asal Lawe Rutung, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara membuat keluarganya berduka. Dilla meninggal usai jalan-jalan.

Net
Ilustrasi. Dilla (25) wanita asal Lawe Rutung, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara membuat keluarganya berduka. 

Saat tiba, kondisinya telah meninggal dunia dan dari hasil pemeriksaan diperkirakan korban menghembuskan nafas terakhir satu jam sebelum tiba di RSUD H Sahudin.

Korban meninggal dunia tiba dalam kondisi bibir membiru dan diduga akibat overdosis obat-obatan.

“Mayat korban saat ini sudah diambil keluarganya untuk dikebumikan,” papar Kasat Reskrim, AKP Suparwanto, SH dikutip dari Serambinews.com, Minggu (11/4/2021).

Menurut dia, kasus tersebut dalam penyelidikan Satreskrim Polres Aceh Tenggara untuk mengungkap penyebab kematian wanita muda itu.(*)

Baca juga: Roger Danuarta Ngaku Punya HP Rahasia Khusus Chat Orang Ini, Cut Meyriska Terkejut Sampai Istigfar

Baca juga: Pingsan Lihat Perselingkuhan Sang Adik, Istri Tolak Jasad Suami: Terserah Mayatnya Mau Dibawa Kemana

Peristiwa Lain

Pria 70 Tahun Bacok Menantunya

Pelaku warga Desa Kelbung, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan yang bacok menantunya.
Pelaku warga Desa Kelbung, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan yang bacok menantunya. (ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM)

Seorang mertua, Bukiman (70), warga Desa Kelbung, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan menjadi gelap mata hingga mengayunkan sebilah senjata tajam (sajam) jenis calok kepada menantunya, Hori (30).

Sang mertua membacok menantunya yang tengah melaksanakan ibadah Salat Maghrib di dalam rumah, Jumat (9/4/2021) pukul 18.00 WIB.

“Pelaku yang tidak lain adalah bapak mertua dari korban, membacokkan calok ke arah leher korban. Saat itu, korban tengah melaksanakan Salat Maghrib dengan posisi sujud,” ungkap Kasubbag Humas Polres Bangkalan, AKP Arif Djunaidi, Minggu (11/4/2021).

Beberapa jam sebelum peristiwa pembacokan terjadi, pelaku menanyakan uang kiriman dari anaknya, Ma’i yang tengah merantau di Malaysia.

Pertayaan tentang uang kiriman dari anaknya itu dilontarkan pelaku mulai pagi hingga siang hari kepada istrinya, Marasi.

Arif menjelaskan, kekesalan pelaku memuncak ketika pertanyaan serupa ia kembali lontarkan kepada anak perempuannya, Kartina beberapa saat selepas waktu Maghrib.

Namun dijawab menantunya atau korban dengan kalimat ‘tidak tahu’.

“Baik isteri, anak perempuan (isteri korban), dan menantunya atau korban Hori menjawab tidak tahu. Kemudian pelaku emosi dan mengambil dan membacokkan sebilah sajam jenis calok saat korban tengah salat,” jelas Arif.

Baca juga: Jadwal Imsakiyah Ramadan 2021 untuk DKI Jakarta, Ada Juga Bacaan Niat Puasanya

Baca juga: Teka-teki Jasad Eko Ditemukan Membusuk di Kuburan China Setelah Pergi Bareng Muncikari

Baca juga: Ancam Tindakan Tegas, Polisi: Tidak Ada Celah Bagi Travel Gelap yang Nekat Bawa Pemudik

Mendapatkan serangan dari mertuanya, lanjut Arif, korban sempat berpaya memberikan perlawanan untuk merebut sajam calok dari tangan bapak mertuanya. Upaya tersebut berhasil dilakukan setelah pria bernama Tabri turut membantu dan berhasil merebut calok dari tangan Bakiman.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved