Sidang Rizieq Shihab

Jaksa Belum Tentukan Saksi untuk Sidang Lanjutan Tes Swab, Rizieq Shihab Sempat Sindir Bima Arya

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara tes swab Rizieq di RS UMMI Bogor belum menentukan saksi yang dihadirkan pada sidang lanjutan Rabu (21/4/2021).

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Tayangan proses sidang dugaan tindak pidana karantina kesehatan Rizieq Shihab yang disiarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (12/4/2021) - Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara tes swab Rizieq di RS UMMI Bogor belum menentukan saksi yang dihadirkan pada sidang lanjutan Rabu (21/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara tes swab Rizieq di RS UMMI Bogor belum menentukan saksi yang dihadirkan pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, pada Rabu (21/4/2021).

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Ahmad Fuady mengatakan pihaknya masih menimbang sosok saksi yang dihadirkan pada sidang berikutnya.

"Masih mempertimbangkan saksi yang dihadirkan, jumlahnya belum tahu," kata Fuady saat dikonfirmasi di Cakung, Jakarta Timur, Rabu (14/4/2021).

Pertimbangan berdasar pada daftar saksi yang diperiksa penyidik Bareskrim Polri saat menetapkan Dirut RS UMMI Bogor, dr. Andi Tatat, Rizieq Shihab, dan Muhammad Hanif Alatas jadi tersangka.

Namun untuk sekarang Fuady juga belum bisa memastikan apa pada sidang lanjutan yang masih beragendakan pemeriksaan saksi dari JPU, pihaknya sudah menghadirkan saksi ahli atau belum.

Tayangan proses sidang kasus tes swab Rizieq Shihab di RS UMMI Bogor yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (14/4/2021).
Tayangan proses sidang kasus tes swab Rizieq Shihab di RS UMMI Bogor yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (14/4/2021). (TribunJakarta/Bima Putra)

"Belum tahu juga," ujarnya.

Para saksi dihadirkan guna membuktikan dakwaan JPU bahwa Rizieq menyebarkan berita bohong saat dirawat di RS UMMI Bogor pada November 2020 lalu bahwa dia terpapar Covid-19.

Baca juga: Rizieq Shihab Sindir Bima Arya, Tak Pakai Pendekatan Kekeluargaan: Padahal Punya Hubungan Luar Biasa

Baca juga: Wali Kota Terbitkan Surat Edaran, ASN Pemkot Bekasi Dilarang Mudik Lebaran 2021

Baca juga: Ikut Terseret, Hotman Paris Dinilai Hancurkan Rumah Tangga Hotma Sitompul & Desiree Tarigan

Dalam sidang pemeriksaan saksi Rabu (14/4/2021) JPU menghadirkan lima saksi, di antaranya Wali Kota Bogor Bima Arya yang merupakan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bogor.

Di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Bima mengatakan tes swab Rizieq di RS UMMI Bogor bermasalah karena tidak ada penanganan protokol kesehatan yang jelas.

"Beliau (Rizieq Shihab) tidak berkenan untuk menyampaikan, menginformasikan tentang hasil dari tes swab PCR-nya," jawab Bima saat ditanya Majelis Hakim kesalahan Rizieq menurutnya.

Sementara terhadap Dirut RS UMMI Bogor, dr. Andi Tatat yang juga jadi terdakwa dalam kasus tes swab Rizieq Shihab, Bima menyebut bahwa saat kejadian Andi tidak koperatif terkait perawatan Rizieq.

Padahal sebagai fasilitas kesehatan yang menangani pasien Covid-19, RS UMMI wajib berkoordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bogor terkait upaya penanganan pandemi.

Hal ini yang membuat pihak Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bogor melaporkan pihak RS UMMI ke Polres Bogor Kota sebelum penanganan kasus diambil alih Bareskrim Polri.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved