Ziarah Makam

Asal Usul Masjid dan Makam Keramat Kampung Bandan: Pusara 3 Penyebar Islam hingga Perbudakan VOC

Masjid Al Mukarromah Makam Keramat Kampung Bandan menjadi saksi bisu awal peradaban Islam di pesisir Ancol.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Makam tiga habib di Masjid Al Mukarromah Makam Keramat Kampung Bandan, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (16/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Masjid Al Mukarromah Makam Keramat Kampung Bandan menjadi saksi bisu awal peradaban Islam di pesisir Ancol.

Bangunan cagar budaya di Jalan Lodan Raya nomor 99, Pademangan, Jakarta Utara tersebut menjadi tempat peristirahatan terakhir tiga penyebar agama Islam yang kini dikeramatkan.

Rentetan sejarah salah satu masjid tertua di Jakarta itu bermula ketika dua orang habib asal negeri Yaman menyiarkan ajaran Islam ke penjuru Nusantara.

Pada sekitar abad 16 hingga 17, Habib Mohammad Bin Umar Alqudsi yang wafat pada 1118 Hijriah (1697) dan Habib Ali Bin Abdurrahman Ba'alawi pada 1122 Hijriah (1701), berkunjung dari Yaman, ke Aceh, hingga ke pesisir Batavia.

"Makam pertama itu Habib Mohammad Bin Umar Alqudsi dan Habib Ali Bin Abdurrahman Ba'alawi, beliau syiar dari Yaman, ke Aceh, hingga terakhir di sini," kata Ketua Masjid Jami Al Mukarromah Makam Keramat Kampung Bandan Habib Alwi Bin Ali Asy-Syathri, Jumat (16/4/2021).

Makam tiga habib di Masjid Al Mukarromah Makam Keramat Kampung Bandan, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (16/4/2021).
Makam tiga habib di Masjid Al Mukarromah Makam Keramat Kampung Bandan, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (16/4/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO)

Setelah kedua Habib tersebut wafat, ratusan tahun kemudian terjadi kevakuman di kawasan makam keramat itu.

Di momen-momen tersebut lah datang Habib Abdurrahman Bin Alwi Asy-Syathri, seorang ulama yang rutin berdakwah di Batavia alias Jakarta kini.

Baca juga: Izinkan Tempat Ibadah Dibangun di Atas RTH, Wagub DKI: Demi Kepentingan Masyarakat

Baca juga: Paguyuban Pegawai Harap Proses Seleksi Kepala ANRI Berjalan Adil dan Transaparan

Baca juga: Kasus Kecelakan Hotman Paris yang Menguap Diungkap Lagi, Togar Situmorang: Hukum Jangan Tebang Pilih

Habib Abdurrahman awalnya ditugaskan mencari makam kedua wali atas perintah Habib Abdullah bin Muhsin Al-Attas asal Bogor, Jawa Barat. 

Berbulan-bulan pencarian, Habib Abdurrahman akhirnya mendapati dua pusara tersebut.

Kala itu, mulai banyak orang yang beraktivitas di sekitaran lingkungan makam.

Mereka-mereka ini ialah tawanan Belanda zaman Veerenigde Oostindische Compagnie (VOC) yang dibawa dari daerah Banda, Maluku.

Demi mengeramatkan makam dua habib sebelumnya, Habib Abdurrahman Bin Alwi Asy-Syathri kemudian memutuskan membangun rumah ibadah di tempat itu.

Alhasil, masjid tersebut akhirnya dibangun sekitar tahun 1879.

"Dibangunnya pada tahun 1879. Beliau ingin supaya ada tempat ibadah dan tempat ziarah untuk ke makam dua habib sebelumnya," ucap Habib Alwi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved