Ramadan 2021

Punya Bangunan Unik, Berikut 5 Masjid di Jakarta yang Bisa Dijadikan Destinasi Wisata Religi

Masjid-masjid tersebut memiliki arsitektur yang unik, juga kisah yang menarik untuk diulas. Apa saja, berikut rangkumannya : 

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Masjid Babah Alun Desari, masjid unik dengan bangunan bernuansa oriental. Arsitekturnya diambil dari akulturasi 3 budaya, yakni budaya Tionghoa, Arab, dan Betawi sebagai simbol keberagaman. 

4. Masjid Cut Meutia 

Wisata religi di Jakarta, bisa berkunjung ke Masjid Cut Meutia. Masjid ini adalah salah satu masjid bersejarah di Jakarta Pusat.
Wisata religi di Jakarta, bisa berkunjung ke Masjid Cut Meutia. Masjid ini adalah salah satu masjid bersejarah di Jakarta Pusat. (TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADHE LIANA)

Masjid Cut Meutia berlokasi di Jalan Taman Cut Mutia No.1, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

Kalau Anda ke sini, akan terlihat bangunan masjid yang kokoh meskipun sudah berusia cukup tua.

Konon, bangunan Masjid Cut Meutia dibangun sejak zaman kolonial Belanda.

Bercat putih, dengan atap tinggi menjulang, menjadi salah satu ciri khas bangunan tua yang sudah dibangun era Belanda.

Menurut pengurus Masjid, bangunan ini tingginya sekitar 24 meter dan hanya terdiri dari dua lantai saja. 

Sebelum berubah menjadi masjid, dahulu gedung ini adalah kantor biro arsitek NV. De Bouwploeg, yakni perusahaan yang melakukan pembangunan kawasan Nieuw-Gondangdia yang kemudian berubah menjadi Menteng tahun 1879-1955.

Wisata religi di Jakarta, bisa berkunjung ke Masjid Cut Meutia. Masjid ini adalah salah satu masjid bersejarah di Jakarta Pusat.
Wisata religi di Jakarta, bisa berkunjung ke Masjid Cut Meutia. Masjid ini adalah salah satu masjid bersejarah di Jakarta Pusat. (TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADHE LIANA)

Gedung ini dirancang sendiri oleh Direktur perusahaan yang bernama Pieter Adriaan Jacobus Moojen (P.A.J Moojen).

Sebelum difungsikan sebagai masjid, gedung ini banyak beralih fungsi.

Di antaranya sempat menjadi kantor pos, kantor Jawatan Kereta Api, hingga dimanfaatkan oleh Dinas Perumahan di tahun 1957 hingga 1964.

Di tahun 1964-1970, sebenarnya gedung ini juga pernah difungsikan sebagai kantor sekretariat DPRD - GR dan MPRS yang diketuai oleh Jendral A.H. Nasution.

Ketika dipindahkan ke Senayan dan menjadi MPR, bangunan ini nyaris dirobohkan.

Namun Jendral Nasution kala itu mengusulkan agar bangunan ini dilestarikan dan difungsikan sebagai tempat ibadah.

Wisata religi di Jakarta, bisa berkunjung ke Masjid Cut Meutia. Masjid ini adalah salah satu masjid bersejarah di Jakarta Pusat.
Wisata religi di Jakarta, bisa berkunjung ke Masjid Cut Meutia. Masjid ini adalah salah satu masjid bersejarah di Jakarta Pusat. (TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADHE LIANA)

Setelah itu, barulah di tahun 1987 bangunan ini resmi menjadi Masjid tingkat Provinsi.

Kalau dilihat dari luar, bangunannya sendiri memang tidak tampak seperti masjid pada umumnya.

Jika biasanya bangunan masjid tampak mencolok dengan kubahnya, namun Masjid Cut Meutia tampak seperti bangunan tua bergaya eropa dengan atap yang tinggi menjulang.

Mihrab masjid ini juga tak terletak pada tengah-tengah saf seperti umumnya. Tetapi, terletak di sisi kiri saf. Sebab, saf salat di masjid ini sedikit miring 15 derajat dari arah bangunan. 

Suasana Salat Jumat berjemaah di Masjid Cut Meutia saat PSBB masa transisi, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (5/6/2020).
Suasana Salat Jumat berjemaah di Masjid Cut Meutia saat PSBB masa transisi, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (5/6/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Menurut pengurus Masjid, hal ini karena dahulu bangunan ini dibangun bukan didesain untuk dijadikan masjid.

Sehingga ketika difungsikan sebagai masjid, maka arah kiblat menjadi tidak searah dengan arah bangunan.

5. Masjid Agung Sunda Kelapa

Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat. Terletak di pusat kota, masjid ini bisa jadi referensi tempat wisata religi yang cukup mudah ditemui.
Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat. Terletak di pusat kota, masjid ini bisa jadi referensi tempat wisata religi yang cukup mudah ditemui. (TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana)

Satu lagi masjid di Jakarta Pusat yang cocok untuk jadi destinasi berwisata religi Anda, yaitu Masjid Agung Sunda Kelapa.

Lokasinya tak jauh dari Taman Suropati. Tepatnya di Jalan Taman Sunda Kelapa No.16, RW.4, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

Dikutip dari http://jakarta-tourism.go.id, masjid ini didirikan pada tahun 1970-an dan dibangun oleh arsitek Abbas, yaitu seorang arsitek lulusan ITB Bandung. 

Menempati area seluas 9.920 m², Masjid Agung Sunda Kelapa mampu menampung sekitar 4.424 jemaah.

Dengan gaya arsitektur dan interior yang unik, masjid ini tampak berbeda dari bentuk masjid pada umumnya.

Gerbang utama Masjid Agung Sunda Kelapa, di Jalan Taman Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Selasa (7/5/2019).
Gerbang utama Masjid Agung Sunda Kelapa, di Jalan Taman Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Selasa (7/5/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT)

Kalau diperhatikan, Masjid Agung Sunda Kelapa tidak memiliki kubah pada bagian atasnya seperti yang biasa terdapat pada sebuah masjid

Pada bagian akses masuk, terdapat gapura besar dengan ukiran-ukiran berwarna emas bertuliskan Masjid Agung Sunda Kelapa.

Pada bagian samping masjid, terdapat pekarangan yang ditumbuhi pepohonan. Suasana teduh, dan asri begitu terasa kala bersantai di pekarangan masjid ini.

Melaksanakan salat ashar, setelah itu dilanjut dengan mendengarkan lantunan ayat-ayat suci di dalam masjid. Bisa jadi pilihan kala menunggu waktu berbuka.

Pekan Terakhir April 2021, Rawalumbu Pimpin Klasemen Sebaran Covid-19 Terbanyak di Kota Bekasi

Nah kalau bulan Ramadan, biasanya ada banyak penjual takjil di bagian luarnya.

Ada kolak, es kelapa, aneka gorengan, batagor, dan beragam jenis makanan lainnya. 

Ngabuburit di Masjid Sunda Kelapa tak perlu khawatir mencari penjual takjil jika ingin sekalian buka puasa di sana.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved