Breaking News:

Bandingkan dengan Kasus Pelecehan Seksual Blessmiyanda, Anies Diminta Juga Nonaktifkan Kadis SDA DKI

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera menonaktifkan Kepala Dinas Sumber Daya Air Yusmada.

Bandingkan dengan Kasus Pelecehan Seksual Blessmiyanda, Anies Diminta Juga Nonaktifkan Kadis SDA DKI
ISTIMEWA
Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahardiansyah

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera menonaktifkan Kepala Dinas Sumber Daya Air Yusmada Faisal.

Pasalnya, anak buah Anies itu kini tengah diperiksa Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta terkait kasus dugaan korupsi pengadaan alat berat saat Yusmada menjabat Kepala Dinas Bina Marga pada 2015 silam.

Trubus pun membandingkan kasus ini dengan pelecehan seksual yang dilakukan eks Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta Blesmiyanda, dimana Bless langsung dinonaktifkan Anies begitu diperiksa Inspektorat.

Baca juga: Kadis SDA DKI Bakal Diperiksa Kejaksaan Soal Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Berat Dinas Bina Marga

"Kalau berpatokan pada kasus Bless, harus kena sanksi tegas ya, apa lagi ini korupsi. Minimal dinonaktifkan dulu agar lebih fokus," ucapnya, Senin (3/5/2021).

Dengan penonaktifan ini, diharapkan Yusmada tak lagi memiliki kuasa untuk melakukan intervensi.

"Artinya jangan sampai dia punya kekuasaan yang mampu menghilangkan alat bukti," ujarnya saat dikonfirmasi.

Baca juga: Diputus Bersalah Kasus Pelecehan Seksual, Komentar Wagub DKI Eks Kepala BPPBJ Mau Tuntut Korbannya

Baca juga: Kehilangan Jabatan Akibat Kasus Pelecehan Seksual, Eks Kepala BPPBJ DKI Bakal Tuntut Korbannya

Baca juga: LPSK: Keterangan Gubernur Korban Pelecehan Seksual Bekas Kepala BPPBJ Blessmiyanda Lebih dari Satu

Terlebih, kasus ini kini tengah menjadi sorotan dan masyarakat menanti kejelasan dari dugaan korupsi yang dilakukan anak buah Gubernur Anies Baswedan ini.

"Publik sudah tahu ini, artinya kan harus diberi kesempatan agar publik turut mengawasi," kata pengamat dari Universitas Trisakti ini.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Yusmada Faisal dipanggil Kejaksaan Tinggi (Kejati) untuk diperiksa.

Halaman
123
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved