Perjuangan Guru Honorer Bertahan Hidup dengan Gaji Rp702 Ribu, Kini Nyambi Jualan Skincare
Muhammad Sukri (30), warga Desa Pekandangan Jaya, Kecamatan/Kabupaten Indramayu menjadi satu diantara guru honorer yang harus bertahan hidup.
Total, dalam satu bulannya, Muhamad Sukri hanya mendapat honor sebesar Rp 702 ribu.
Baca juga: Kejadian Pilu Kurir Ekspedisi, Panik Hendak Ditodong Pistol Lantaran Paket yang Dibawa Tak Sesuai
Uang tersebut harus mencukupi untuk keperluan kuota internet selama belajar. Termasuk membayar denda apabila ia telat mengajar.
"Kuota sebenarnya dikasih, tapi gak tahu gak bisa kepakai kartunya, ya sudah saja pakai kuota pribasi. Juga ada denda kalau telat ngajar, besarannya gak tentu, tergantung telatnya itu," ujarnya.
Hal inilah yang membuatnya harus mencari kerja sampingan, salah satunya berjualan produk skincare secara online.
"Skincare ini sebenarnya istri yang jualan, tapi memang pakai kontak saya. Kalau ada orderan saya kasihkan ke istri, nanti istri yang melayani," ujar dia.
Dari hasil itu, Muhamad Sukri tetap bersyukur, di samping bisa tetap aktif mengajar, setidaknya disampaikan dia, kebutuhannya bersama istri dan anak yang masih berusia 1 tahun bisa tercukupi walau dengan serba keterbatasan.
Baca juga: Viral Jemaah Dilarang Bermasker, Terkuak Pengurus Masjid Pernah Ditegur 2 Kali: Tapi Terulang Lagi
Ia berharap, di momen Hardiknas 2021 ini pandemi Covid-19 bisa segera berakhir dan kegiatan belajar mengajar (KBM) bisa kembali digelar di sekolah.
Selain itu, ia juga menaruh harapan penuh agar bisa lolos dalam ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kedepannya.
"CPNS saya baru ikut sekali, alhamdulillah hasilnya belum dapat, tapi semoga selanjutnya bisa lulus. Minimalnya di Hardiknas ini saya berharap pandemi bisa segera berakhir," ujar dia.