Terminal Pulogebang Mulai Dipadati Penumpang, Ratusan Orang Sudah Tinggalkan Jakarta Hari Ini
Hari ketiga jelang larangan mudik yang dibuat pemerintah, Terminal Terpadu Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur mulai dipadati penumpang.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Hari ketiga jelang larangan mudik yang dibuat pemerintah, Terminal Terpadu Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur mulai dipadati penumpang.
Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan larangan mudik Lebaran mulai Kamis (6/5/2021) sampai Senin (17/5/2021).
Oleh sebab itu, sejumlah penumpang memilih waktu lebih awal untuk menghindari larangan mudik.
Tercatat, hingga pukul 14.00 WIB sebanyak 635 penumpang telah melakukan perjalanan mudik melalui Terminal Terpadu Pulogebang.
Sementara pada Minggu (2/5/2021) sebanyak 1.693 penumpang telah melakukan perjalanan mudik melalui Terminal Terpadu Pulogebang.

"Mau mudik ke Madura. Jadi kita berusaha mudik sebelum tanggal 6 Mei. Memang menghindari peraturan pelarangan mudik yang berlaku untuk bertemu dengan keluarga. Kita kumpul keluarga," ujar Aan di lokasi, Senin (3/5/2021).
Lanjut, Aan mengatakan pelarangan mudik memiliki dampak baik dan buruk untuk masyarakat, terutama untuk dirinya yang merupakan anak perantauan.

"Tanggapan? ya ada baik dan buruknya. Baiknya untuk pencegahan Covid-19 dan buruknya keluarga tak berkumpul. Nanti pulangnya setelah tanggal larangan mudik berakhir," ujarnya.
Andri, penumpang lainnya menuturkan hal serupa. Ia yang hendak pulang ke Padang memang memilih untuk mudik hari ini.
Baca juga: Lama Terbengkalai, Sekolah di Kabupaten Tangerang Jadi Sarang Monyet Liar
Baca juga: Kejari Depok Terus Dalami Dugaan Korupsi di Dinas Pemadam Kebakaran Depok: Tidak Ada yang Mandek
Baca juga: Para Aparatur Sipil Negara Mengeluh THR PNS Terlalu Kecil, Buat Petisi Online untuk Sri Mulyani
Meski mudik dilarang, ia tetap mensiasati untuk bertemu dengan keluarga.
"Mau ke Padang. Saya berdua sama adik. Ini memang sengaja untuk menghindari tanggal itu. Menurut saya enggak ada baiknya, karen makin dilarang makin banyak yang mudik. Masa pariwisata dibuka tapi mudik dilarang," jelasnya.