Ramadan 2021

Jalur Pantura Jawa Dipadati Pemudik Sepeda Motor, Sengaja Jalan Malam karena Alasan Ini

banyaknya pemudik yang tetap pulang kampung pada Selasa (4/5/2021) dini hari, meski menggunakan sepeda motor.

Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
ILUSTRASI PEMUDIK NAIK SEPEDA MOTOR Pemudik melintas di Simpang BCP Jalan KH Noer Alie Kalimalang Kota Bekasi, Sabtu (9/6/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, KARAWANG -- Sosialisasi larangan mudik Lebaran 2021 besar-besaran yang digencarkan oleh pemerintah dalam beberapa hari terakhir, seolah "angin lalu" bagi para perantau.

Hal itu terbukti dari banyaknya pemudik yang tetap pulang kampung pada Selasa (4/5/2021) dini hari, meski menggunakan sepeda motor.

Terpantau, pemudik yang menggunakan sepeda motor mulai memadati jalur arteri Pantai Utara Jawa, dua hari sebelum pemberlakuan penyekatan arus lalu lintas.

Mereka terlihat membawa barang-barang, mulai dari pakaian hingga oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman.

Baca juga: Penumpang di Terminal Jatijajar Mulai Naik Jelang Pelarangan Mudik Lebaran

"Kami sengaja pulang lebih awal karena ada saudara nikah di kampung Tanggal 9 Mei. Kalau berangkat dekat hari nikahan jalan sudah disekat, enggak boleh mudik," kata Suwarno, salah seorang pemudik saat ditemui di Karawang, Jawa Barat, Selasa (4/5/2021) dini hari.

Suwarno melakukan perjalanan mudik dari Tangerang menuju Purwokerto, Jawa Tengah.

Dia mengendarai motor matic bersama istrinya.

Tiga tas besar menumpuk di dek sepeda motor milik Suwarno yang merupakan barang-barang untuk keperluan pribadi selama menetap di kampung halamannya nanti.

Pada Lebaran 2020, Suwarno mengaku juga melakukan perjalanan pulang kampung menggunakan sepeda motor.

Dia melakukan perjalanan pada malam hari sebelum pemerintah memberlakukan pelarangan mudik, lalu berencana kembali ke Tangerang, Banten, setelah kebijakan pelarangan itu dicabut.

Baca juga: Tak Mau Tambah Penyakit, Warga Pademangan Timur Ini Tak Mudik di Masa Pandemi: Sudah 2 Tahun

Baca juga: Keliling Permukiman, Lurah Pademangan Timur Tempel Stiker Larang Warga Mudik Lebaran

Baca juga: Sistem Buka Tutup Diterapkan di Bandara Soekarno-Hatta Saat Larangan Mudik 6-17 Mei 2021

"Mudik Lebaran sudah jadi tradisi tahunan, pergi sebelum kebijakan diberlakukan dan pulang setelah pelarangan dicabut," kata Suwarno.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pemudik sepeda motor melakukan perjalanan pulang kampung selepas berbuka puasa.

Mereka memilih perjalanan malam hari karena cuaca cenderung lebih sejuk, tak terkena sengat matahari, seperti yang disampaikan Rahmat, pemudik sepeda motor asal Bekasi, Jawa Barat tujuan Brebes, Jawa Tengah.

Dia mengikat kotak karton berisi oleh-oleh di kursi belakang sepeda motor sport miliknya, sementara satu ransel lainnya dia sandang di punggung.

"Mudik pakai motor lebih santai karena bisa berhenti di mana saja kita mau. Kondisi kendaraan harus baik supaya perjalanan aman dan lancar," kata Rahmat.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved