Breaking News:

Sidang Rizieq Shihab

Disebut Majelis Hakim Bertele-tele, Kubu Rizieq Shihab Tetap Ingin Hadirkan Saksi Ahli Bahasa

Rizieq Shihab dalam kasus dugaan tindak pidana karantina kesehatan tetap berencana menghadirkan ahli bahasa sebagai saksi ahli

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Rizieq Shihab saat dihadirkan sebagai terdakwa dalam sidang kasus kerumunan warga Megamendung yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (10/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Tim kuasa hukum Rizieq Shihab dalam kasus dugaan tindak pidana karantina kesehatan tetap berencana menghadirkan ahli bahasa sebagai saksi ahli di sidang kasus kerumunan Petamburan, Jakarta Pusat.

Meski Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menyatakan saksi ahli bahasa membuat sidang pemeriksaan saksi yang dijadwalkan pada Senin (17/5/2021) jadi bertele-tele.

Anggota tim kuasa hukum Rizieq, Aziz Yanuar mengatakan dari tiga saksi ahli yang diajukan pada sidang lanjutan pihaknya tetap berencana menghadirkan ahli bahasa selain epidemiologi.

"Antara itulah, (ahli) bahasa (dan) epidemiolog. Tadi kan detailnya dipastikan saja nanti mana (ahli yang dihadirkan), kata Majelis Hakim begitu," kata Aziz di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (10/5/2021).

Niat mengajukan saksi ahli bahasa awalnya disampaikan Rizieq langsung ke Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur mengadili perkara Petamburan yang diketuai Suparman Nyompa.

Baca juga: Tambah Saksi Demi Putusan Meringankan, Rizieq Shihab Mohon ke Hakim Dengarkan Ahli Bahasa

Baca juga: Kuasa Hukum Rizieq Shihab Harap Tuntutan dan Vonis Ringan di Kasus Kerumunan Petamburan

Tapi di waktu yang sama tim kuasa hukum juga berencana menghadirkan saksi ahli pidana selain saksi epidemiologi, sementara jatah penambahan saksi diberikan Majelis Hakim hanya tiga.

Aziz menuturkan kehadiran saksi ahli bahasa di sidang kasus kerumunan Petamburan tetap dimungkinkan sebagaimana niatan Rizieq menjabarkan kata 'hasutan' dalam pasal 160 KUHP.

"Kalau beliau (saksi ahli bahasa) bisa hadir, Insya Allah kita hadirkan. Iya, betul (untuk menjelaskan makna kata hasutan). Tetap dimungkinkan," ujarnya.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur sempat menolak permintaan penambahan saksi ahli di kasus Petamburan karena membuat sidang pembacaan tuntutan dari JPU hari ini ditunda.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved