Breaking News:

Sidang Rizieq Shihab

Rizieq Shihab: Pengurus Pesantren Megamendung Halau Pemburu Monyet dan Babi Hutan

Rizieq Shihab menyatakan keberadaan Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah, Megamendung, Kabupaten Bogor ikut membantu pelestarian alam.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Rizieq Shihab saat dihadirkan sebagai terdakwa dalam sidang kasus kerumunan warga Megamendung yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (10/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Rizieq Shihab menyatakan keberadaan Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah, Megamendung, Kabupaten Bogor ikut membantu pelestarian alam.

Ini disampaikan Rizieq dalam sidang pemeriksaan terdakwa kasus kerumunan warga di Megamendung pada 13 November 2020 lalu yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Rizieq menyebut sebelum pondok pesantren yang didirikan tahun 2013, aktivitas perburuan liar marak di wilayah hutan lindung Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat.

"Dulu sebelum ada pondok pesantren setiap hari Sabtu dan Ahad, mobil offroad, para pemburu banyak masuk ke dalam hutan. Mereka menembaki monyet, babi hutan, dan ini merusak ekosistem yang ada," kata Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (10/5/2021).

Aktivitas olahraga mobil offroad dan perburuan liar ini yang membuat pengurus Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah membatasi satu jalan akses masuk menuju hutan lindung.

Rizieq Shihab saat dihadirkan sebagai terdakwa dalam sidang kasus kerumunan warga Megamendung yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (10/5/2021).
Rizieq Shihab saat dihadirkan sebagai terdakwa dalam sidang kasus kerumunan warga Megamendung yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (10/5/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Menurutnya pembatasan akses tersebut dilakukan atas perjanjian resmi secara tertulis antara pengurus pondok dengan pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat.

Keterangan disampaikan Rizieq karena isi dakwaan JPU di kasus kerumunan Megamendung tak hanya membahas pelanggaran protokol kesehatan, tapi masalah izin pendirian pondok pesantren.

Baca juga: Ratusan Warga China Dijadwalkan Mendarat Lagi di Bandara Soekarno-Hatta Malam Ini, Ada dari Wuhan

Baca juga: Kabar Baik, Lion Group Buka Lowongan Kerja 2021, Tertarik Mendaftar?

Baca juga: Ibarat Air Susu Dibalas Air Tuba, Sudah Dikasih Tumpangan, tapi Pria Ini Malah Gondol Perhiasan

"Babi memang haram bagi umat Islam. Tapi di sini, perlu kita ingatkan untuk hutan lindung babi hutan sekalipun tidak boleh diburu, dan itu dijaga oleh pesantren. Makannya kalau ada pemburu yang ingin memburu babi hutan kita halau," ujarnya.

Rizieq menuturkan keterangannya ini juga guna menjawab saksi dari pihak JPU di sidang sebelumnya yang menyebut pengurus pesantren membatasi akses jalan masuk hutan lindung tanpa dasar.

Halaman
1234
Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved