Breaking News:

Sidang Rizieq Shihab

Rizieq Shihab: Pengurus Pesantren Megamendung Halau Pemburu Monyet dan Babi Hutan

Rizieq Shihab menyatakan keberadaan Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah, Megamendung, Kabupaten Bogor ikut membantu pelestarian alam.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Rizieq Shihab saat dihadirkan sebagai terdakwa dalam sidang kasus kerumunan warga Megamendung yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (10/5/2021). 

Eks pimpinan Front Pembela Islam (FPI) juga membantah keberadaan Pondok Pesantren Alam Agrokultural Megamendung Markaz Syariah merupakan miliknya karena berdiri di tanah wakaf.

Baca juga: Polda Metro Jaya Siapkan 17 Checkpoint Antisipasi Takbiran Keliling

"Di Gunung Gede Pangrango ini berdasar catatan Taman Nasional masih ada kurang lebih 600 Macan Kumbang yang hidup populasinya di sana, macan hitam. Dan masih ada sekitar 50-70 Macan Tutul," tuturnya.

Rizieq mengatakan dengan menghalau para pemburu liar menembaki babi hutan maka Macan kumbang dan Macan Tutul yang hidup di hutan lindung tetap memiliki makanan sehingga tak menyerang warga.

Di menyebut selama ini pengurus Taman Nasional Gunung Gede Pangrango kewalahan menghalau aktivitas olahraga mobil offroad dan perburuan liar karena kantor mereka jauh dari hutan lindung.

Baca juga: Perjalanan Wonderkid Persita Alta Ballah di Sepak Bola: Anak Pemain Top, Dipanggil TC Timnas

"Kalau diburu setiap hari Sabtu, Ahad kemudian babi hutannya berkurang maka macan-macan tadi akan turun ke tengah masyarakat. Mereka akan mengganggu masyarakat. Bisa mengganggu ternak, bahkan bisa memangasa manusia," lanjut Rizieq.

Majelis Hakim Tunda Pembacaan Tuntutan Rizieq Shihab

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menunda sidang tuntutan kasus dugaan tindak pidana karantina kesehatan Rizieq Shihab yang dijadwalkan pada Senin (10/5/2021).

Penundaan sidang pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus kerumunan warga di Petamburan, Jakarta Pusat itu diputuskan setelah Majelis Hakim melalukan diskusi.

"Jadi penuntut umum terpaksa kita mundurkan pembacaan tuntutannya. Paling nanti tanggal 18 (Mei) kita bacakan tuntutannya," kata Ketua Majelis Hakim Suparman Nyompa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (10/5/2021).

Keputusan menunda sidang karena tim kuasa hukum Rizieq mengajukan penambahan saksi ahli untuk kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat yang harusnya sudah rampung.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved