Pemkot Jakarta Timur Imbau Warga Salat Idul Fitri di Rumah
Wakil Wali Kota Jakarta Timur Hendra Hidayat mengatakan upaya ini sebagai antisipasi mencegah lonjakan penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19
Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Pemkot Jakarta Timur mengimbau warganya yang beragama Islam melakukan Salat Idul Fitri 1442 Hijriah di rumah masing-masing guna mencegah penularan Covid-19.
Wakil Wali Kota Jakarta Timur Hendra Hidayat mengatakan upaya ini sebagai antisipasi mencegah lonjakan penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 setelah momen Lebaran.
"Untuk salat Id kami mengimbau untuk pelaksanaan dilakukan di rumah saja. Seandainya dilakukan di Masjid atau tempat terbuka lainnya itu hanya 50 persen dari kapasitas yang tersedia,” kata Hendra saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Rabu (12/5/2021).
Sesuai Seruan Gubernur DKI Jakarta No 5 Tahun 2021 tentang Pengendalian Aktivitas Masyarakat Dalam Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 Pada Masa Libur Idul Fitri 1442 H.
Dalam seruan tersebut diatur kegiatan malam takbiran dilakukan secara virtual, atau maksimal 10 persen dari kapasitas normal bila dilakukan di Masjid dan Musala, dan kegiatan halalbihalal dilarang.
"Untuk sementara kegiatan ziarah yang rutin dilakukan oleh warga akan ditiadakan sementara, karena seluruh TPU di Jakarta ditutup sementara sejak tanggal 12-16 Mei 2021," ujarnya.
Baca juga: Masih Ada Ratusan Pemudik dari Tangerang Berusaha Pulang Kampung
Baca juga: Menjelang Lebaran, Polisi Amankan 310 Kilogram Sabu Asal Iran Senilai Ratusan Miliar
Baca juga: Ketum PA 212 Sedih Tak Bisa Berlebaran Bersama Rizieq Shihab
Sementara Kasatpol PP Jakarta Timur Budhy Novian menuturkan sebanyak 292 personel dikerahkan guna mencegah kerumunan warga saat malam takbiran di lokasi-lokasi rawan kerumunan.
Tercatat ada 12 lokasi rawan keramaian yang bakal dipantau personel Satpol PP karena berdasar momen Idul Fitri di tahun-tahun sebelumnya jadi lokasi kegiatan takbir keliling hingga pasar kaget.
Di antaranya kawasan sepanjang Jl Matraman Raya dari kolong jembatan Gunung Antang hingga Stasiun Jatinegara di Jl Bekasi Barat, Kanal Banjir Timur (KBT) titiknya mulai dari kawasan jembatan Cipinang Besar Utara hingga Pondok Kopi.
"Mereka disebar ke 12 titik lokasi yang kemungkinan memicu timbulnya keramaian. Karena masih masa pandemi maka kita terus lakukan pengamanan gabungan agar warga mematuhi protokol kesehatan,” tutur Budhy.