Gojek dan Tokopedia Merger Jadi GoTo, Ini Dampaknya Bagi Driver Ojek Online

Keputusan Gojek dan Tokopedia untuk merger apakah akan berdampak pada driver ojek online? Simak penjelasan CEO GoTo Andre Soelistyo.

Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/NAWIR ARSYAD AKBAR
Suasana aksi demonstrasi pengemudi ojek online di depan Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (27/3/2018). 

Diberitakan Kompas Tekno 15 April lalu, pengguna Tokopedia belakangan mendapati cashback berupa poin yang disimpan dalam bentuk Tokopoints dan bukan Ovo poin seperti sebelumnya.

Baca juga: Wanita yang Memaki Petugas Saat Diminta Putar Balik di Kawasan Anyer Diciduk Polisi

Merger keduanya juga sempat dikabarkan oleh sebuah sumber kepada Reuters.

"Semua syarat kesepakatan telah disetujui. (Merger) ini membawa dua perusahaan yang tidak saling bersaing untuk bersama," kata seorang sumber yang enggan disebut identitasnya, Sabtu (10/4/2021).

2. Investor

Melansir dari Kompas.com, Sabtu (10/4/2021), kedua startup dibekingi sejumlah investor besar.

Salah satu pemegang saham Tokopedia merupakan perusahaan raksasa China, Alibaba Group.

Adapun sejumlah investor Gojek di antaranya adalah Warburg Pincus dan Toncent Holdings.

Baca juga: PBNU Kecam Keras Kejahatan Israel Terhadap Palestina: Hentikan Agresi Militer

Keduanya juga memiliki investor yang sama seperti Temsaek Holdings, Sequoia Capital dan Google.

3. Peluang penghasilan lebih besar bagi mitra

Andre Sulistyo menyampaikan mitra driver Gojek berpeluang memiliki pendapatan lebih besar dengan adanya merger dua startup ini.

“Mitra driver Gojek akan memiliki peluang pendapatan yang lebih besar antara lain dengan mengirimkan lebih banyak pesanan dari pengguna Tokopedia, sementara penjual dan mitra merchant dari berbagai skala bisnis akan mendapatkan berbagai manfaat dan kesempatan untuk meningkatkan usahanya," tutur Andre.

Saat ini sampai akhir tahun 2020 Group Go To telah memiliki lebih dari 2 juta mitra driver terdaftar dan lebih dari 11 juta merchant dengan jumlah pengguna aktif bulanan mencapai 100 juta.

Baca juga: Sehari, 357 Pemudik Jalani Rapid Tes Antigen di Pos Penyekatan Kota Depok: Dua di Antaranya Reaktif

Sementara itu, Presiden GoTo Patrick Cao menyebut ke depan model bisnis perusahaan akan semakin beragam, stabil dan bekelanjutan.

Pihaknya yakin GoTo akan berkontribusi pada produk domestic bruto (PDB) nasional.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved