Breaking News:

Sidang Rizieq Shihab

Sidang Rizieq Shihab, Saksi Ahli Bahasa Jelaskan Undangan Dapat Berubah Menjadi Hasutan

Ahli bahasa, Frans Asisi menjelaskan undangan yang disampaikan seseorang dapat berubah menjadi hasutan bila dimaksudkan agar perbuatan melawan hukum.

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Bima Putra
Frans Asisi (paling kanan) saat dihadirkan sebagai saksi ahli bahasa dari tim kuasa hukum Rizieq Shihab dalam kasus dugaan tindak pidana karantina kesehatan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (17/5/2021) 

Pun dia tidak membahas apa undangan Rizieq agar warga datang ke kegiatan Maulid Nabi pada 14 November 2020 lalu dapat dimaknai sebagai hasutan karena disampaikan saat PSBB.

"Jadi kalau niatnya mengundang secara baik itu masih dipandang positif. Tapi kalau dibelokkan melakukan perbuatan melawan hukum di situlah baru bermakna negatif," tanya Suparman.

Frans lalu membenarkan suatu undangan terkait dengan tujuan, meski maksudnya baik tapi bila tujuan dan situasinya berkaitan dengan pelanggaran hukum maka undangan berubah jadi hasutan.

Baca juga: Rizieq Shihab Bawa Ahli Bahasa Bantah Dakwaan Jaksa Soal Hasutan

"Menjadi hasutan," jawab Frans membenarkan pernyataan Suparman.

Dalam kasus kerumunan warga di Petamburan, Jakarta Pusat Rizieq didakwa pasal 160 KUHP tentang Penghasutan agar warga mendatangi kegiatan Maulid Nabi dan pernikahan putri keempatnya.

Undangan yang disampaikan Rizieq tersebut dianggap sebagai hasutan melanggar protokol kesehatan karena memicu kerumunan sekitar 5.000 warga di Jalan KS Tubun, Kelurahan Petamburan.

Baca juga: Rizieq Shihab Hadapi Sidang Tuntutan Sore Ini

Isi pasal 160 KUHP yakni: Barang siapa di muka umum dengan lisan atau tulisan menghasut supaya melakukan perbuatan pidana, melakukan kekerasan terhadap penguasa umum atau tidak menuruti baik ketentuan undang-undang maupun perintah jabatan yang diherikan berdasar ketentuan undang-undang, diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Rizieq menolak dakwaan ini karena merasa undangannya kepada warga merupakan undangan keagamaan sehingga bukan hasutan sebagaimana Pasal 160 KUHP yang disangkakan kepadanya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved