Sidang Rizieq Shihab

Sidang Rizieq Shihab, Saksi Ahli Bahasa Jelaskan Undangan Dapat Berubah Menjadi Hasutan

Ahli bahasa, Frans Asisi menjelaskan undangan yang disampaikan seseorang dapat berubah menjadi hasutan bila dimaksudkan agar perbuatan melawan hukum.

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Bima Putra
Frans Asisi (paling kanan) saat dihadirkan sebagai saksi ahli bahasa dari tim kuasa hukum Rizieq Shihab dalam kasus dugaan tindak pidana karantina kesehatan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (17/5/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Ahli bahasa, Frans Asisi menjelaskan undangan yang disampaikan seseorang dapat berubah menjadi hasutan bila dimaksudkan agar perbuatan melawan hukum.

Hal ini disampaikan Frans yang dihadirkan jadi saksi ahli dari tim kuasa hukum Rizieq Shihab dalam kasus dugaan tindak pidana karantina kesehatan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Awalnya, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur Suparman Nyompa bertanya apakah suatu undangan seseorang dalam konteks melawan hukum bisa tetap dimaknai sebagai undangan.

Dia mencontohkan kasus seorang pemilik lahan yang mengundang massa makan saat kegiatan eksekusi dilakukan juru sita Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan maksud mengganggu kegiatan.

"Kalau seperti keadaan ini, dia diundang, tapi untuk melakukan perbuatan melawan hukum. Bagaimana menurut pengertian ahli, apakah undangan ini masih tetap dipandang sebagai kontitasi negatif atau bagaimana?" tanya Suparman kepada Frans di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (17/5/2021).

Baca juga: Rizieq Shihab Lebaran di Penjara, Tim Kuasa Hukum Kecewa Penangguhan Penahanan Belum Disetujui

Frans yang dihadirkan sebagai saksi ahli guna membantah dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) lalu menjelaskan bahwa pemilik lahan yang mengundang makan tersebut tidak jujur.

Alasannya dia mengetahui bahwa juru sita Pengadilan Negeri Jakarta Timur hendak melakukan eksekusi lahan tapi justru menghadirkan massa sehingga kegiatan eksekusi terkendala atau gagal.

"Undangan pada dasarnya, konotasinya (makna) positif. Tetapi kalau di dalam undangan ternyata dibelokkan untuk hal negatif maka dia berubah menjadi hasutan. Mungkin itu bisa saya jelaskan," jawab Frans.

Mendengar jawaban Frans, Suparman lalu mempertegas pertanyaan bahwa undangan terkait niat seseorang yang mengajukan undangan dan situasi saat undangan disampaikan.

Pun dia tidak membahas apa undangan Rizieq agar warga datang ke kegiatan Maulid Nabi pada 14 November 2020 lalu dapat dimaknai sebagai hasutan karena disampaikan saat PSBB.

"Jadi kalau niatnya mengundang secara baik itu masih dipandang positif. Tapi kalau dibelokkan melakukan perbuatan melawan hukum di situlah baru bermakna negatif," tanya Suparman.

Frans lalu membenarkan suatu undangan terkait dengan tujuan, meski maksudnya baik tapi bila tujuan dan situasinya berkaitan dengan pelanggaran hukum maka undangan berubah jadi hasutan.

Baca juga: Rizieq Shihab Bawa Ahli Bahasa Bantah Dakwaan Jaksa Soal Hasutan

"Menjadi hasutan," jawab Frans membenarkan pernyataan Suparman.

Dalam kasus kerumunan warga di Petamburan, Jakarta Pusat Rizieq didakwa pasal 160 KUHP tentang Penghasutan agar warga mendatangi kegiatan Maulid Nabi dan pernikahan putri keempatnya.

Undangan yang disampaikan Rizieq tersebut dianggap sebagai hasutan melanggar protokol kesehatan karena memicu kerumunan sekitar 5.000 warga di Jalan KS Tubun, Kelurahan Petamburan.

Baca juga: Rizieq Shihab Hadapi Sidang Tuntutan Sore Ini

Isi pasal 160 KUHP yakni: Barang siapa di muka umum dengan lisan atau tulisan menghasut supaya melakukan perbuatan pidana, melakukan kekerasan terhadap penguasa umum atau tidak menuruti baik ketentuan undang-undang maupun perintah jabatan yang diherikan berdasar ketentuan undang-undang, diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Rizieq menolak dakwaan ini karena merasa undangannya kepada warga merupakan undangan keagamaan sehingga bukan hasutan sebagaimana Pasal 160 KUHP yang disangkakan kepadanya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved