Breaking News:

Muncul Kasus DBD, Permukiman Warga Ciracas Di-fogging

Lurah Ciracas Rikia Marwan mengatakan fogging tersebut sebagai tindak lanjut adanya warga RW 06 terjangkit demam berdarah dengue (DBD)

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
Istimewa
Proses fogging di permukiman warga RW 06 Kelurahan/Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (28/5/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Jajaran Kelurahan/Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur melakukan fogging di permukiman warga Jalan Pengantin Ali I, RT 10/RW 06 pada Jumat (28/5/2021).

Lurah Ciracas Rikia Marwan mengatakan fogging tersebut sebagai tindak lanjut adanya warga RW 06 terjangkit demam berdarah dengue (DBD) akibat gigitan nyamuk aedes aegypti.

"Fogging Ini difokuskan di wilayah RW 06, karena adanya warga yang positif DBD,” kata Rikia saat dikonfirmasi di Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (29/5/2021).

Namun dia tidak merinci jumlah warga RW 06 terjangkit DBD, penyakit endemik yang setiap tahunnya selalu jadi masalah di permukiman warga Jakarta karena mudah dan cepat menyebar.

Baca juga: Baru Tiba dari Kampung, 3 Pemudik Tujuan Ciracas Reaktif Covid-19

Dia hanya mengimbau warga rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di rumah dan area sekitarnya guna mencegah nyamuk aedes aegypti berkembang biak.

"Dan menjadi Juru Pemantau Jentik (Jumantik) mandiri di rumahnya masing-masing. Kemudian selalu membersihkan bak mandi dan tempat penampungan air agar tidak ada jentik nyamuk," ujarnya.

Baca juga: 26 Warga Cipayung Terjangkit DBD Selama Januari-15 April 2021

Alasannya fogging bukan termasuk langkah pencegahan DBD karena dilakukan setelah adanya kasus warga positif terjangkit DBD, dan ditemukan jentik aedes aegypti.

Baca juga: Kasus Meningkat, Warga Cipayung Diimbau Waspadai Penularan DBD

Rikia berharap setelah fogging warga gencar melakukan 3M, yakni menguras tempat penampungan air, mengubur barang bekas, dan menutup tempat penampungan air.

"Untuk fogging dilakukan oleh empat menggunakan dua mesin, serta menghabiskan satu liter cairan obat," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved