Breaking News:

Sidang Rizieq Shihab

Tak Terima Putusan Majelis Hakim, Rizieq Shihab Ajukan Banding di Kasus Petamburan dan Megamendung

Pada Jumat (28/5/2021) JPU mengajukan banding atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk perkara kerumunan warga

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta/Bima Putra
Rizieq Shihab saat mengikuti sidang putusan perkara kerumunan Megamendung, Bogor di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (27/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Rizieq Shihab dan tim kuasa hukumnya bakal berhadapan dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di tingkat Pengadilan Tinggi Jakarta dalam perkara dugaan tindak pidana karantina kesehatan.

Pada Jumat (28/5/2021) JPU mengajukan banding atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk perkara kerumunan warga di Petamburan dan Megamendung.

Kini giliran Rizieq dan tim kuasa hukumnya yang memastikan akan mengajukan banding atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada sidang Kamis (27/5/2021) lalu.

"Mengajukan banding untuk perkara nomor 221, 222, dan 226. Dalam proses mengajukan," kata anggota tim kuasa hukum Rizieq, Aziz Yanuar saat dikonfirmasi di Cakung, Jakarta Timur, Senin (31/5/2021).

Perkara nomor 221 merupakan berkas untuk Rizieq dalam kasus kerumunan sekitar 5.000 warga saat kegiatan Maulid Nabi dan pernikahan putri keempat Rizieq di Jalan KS Tubun, Kelurahan Petamburan.

Atas kasus terjadi pada 14 November 2020 lalu​ Rizieq divonis hukuman delapan bulan penjara, putusan tersebut lebih rendah dibanding tuntutan JPU yang meminta hukuman dua tahun penjara.

Perkara nomor 222 merupakan berkas untuk lima eks petinggi Front Pembela Islam (FPI) Haris Ubaidillah, Ahmad Sabri Lubis, Ali Alwi Alatas, Idrus Al Habsyi, dan Maman Suryadi dalam kasus sama.

Terhadap kelima eks petinggi FPI itu Majelis Hakim juga menjatuhkan vonis delapan bulan penjara, lebih rendah dibandingkan tuntutan JPU yang meminta hukuman satu tahun enam bulan penjara.

Majelis Hakim juga membatalkan pidana tambahan diminta JPU, yakni larangan aktif kegiatan organisasi masyarakat selama tiga tahun kepada Rizieq dan dua tahun kepada lima eks petinggi FPI.

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Pertahankan Opini WTP dari BPK RI

Baca juga: Pembuatan 185 Kg Tembakau Sintetis Dipelajari Via Medsos, Polisi Koordinasi dengan Kemenkominfo

Baca juga: One Piece Chapter 1015, Gajah Zou Selamatkan Monkey D Luffy dan Kozuki Momonosuke

Sementara perkara 226 merupakan berkas untuk Rizieq dalam kasus kerumunan warga di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Megamendung Markaz Syariah, Megamendung, Kabupaten Bogor.

Atas kerumunan sekitar 3.000 warga pada 13 November 2020 Rizieq divonis denda Rp 20 juta, lebih rendah dibanding tuntutan JPU yang meminta vonis 10 bulan penjara dan denda Rp 50 juta.

Dalam perkara kerumunan Petamburan dan Megamendung, Rizieq serta lima eks petinggi FPI dinyatakan terbukti melanggar pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

"Kita tetap berusaha sampai dapat vonis tidak bersalah dan bebas murni," ujar Aziz.

Dalam sidang putusan pada Kamis (27/5/2021) Rizieq dan tim kuasa hukum awalnya menyatakan pikir-pikir, namun sebelum waktu tujuh hari diberikan Majelis Hakim habis mereka mengajukan banding.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved