Breaking News:

Sidang Rizieq Shihab

Tanggapi Pleidoi Rizieq Shihab, Jaksa Ajukan Replik di Kasus RS Ummi Bogor

Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur mengatakan replik untuk perkara tes swab RS UMMI Bogor bakal disampaikan JPU pada sidang lanjutan Senin (14/6/20

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Bima Putra
Rizieq Shihab saat membacakan pleidoi atau pembelaan atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (10/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan replik atau jawaban atas pleidoi Rizieq Shihab dan tim kuasa hukumnya pada perkara dugaan tindak pidana pemberitahuan bohong.

Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Alex Adam Faisal mengatakan replik untuk perkara tes swab RS UMMI Bogor bakal disampaikan JPU pada sidang lanjutan Senin (14/6/2021).

"Replik untuk perkara nomor 223, 224 dan, 225. Untuk agenda sidang pleidoi sudah selesai, berlangsung pada Kamis (10/6) pukul 09.00 WIB hingga Jumat (11/6) pukul 02.35 WIB," kata Alex di Jakarta Timur, Jumat (11/6//2021).

Perkara nomor 223 merupakan berkas untuk terdakwa Dirut RS UMMI Bogor, dr. Andi Tatat, nomor 224 berkas untuk terdakwa Muhammad Hanif Alatas, sementara 225 untuk Rizieq.

Pernyataan JPU mengajukan replik itu disampaikan selepas tim kuasa hukum Rizieq rampung membacakan pleidoi yang isinya meminta klien mereka divonis bebas murni dalam perkara RS UMMI Bogor.

Baca juga: Pria yang Menampar Presiden Perancis Emmanuel Macron Dipenjara 4 Bulan

Menurut Rizieq dan tim kuasa hukumnya pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana yang didakwakan dan dituntut JPU tidak terbukti selama jalannya sidang perkara.

"Untuk pembacaan nota pembelaan dari terdakwa dan tim kuasa hukumnya berjalan aman dan lancar. Sidang sempat ditunda lima kali untuk salat dan makan siang, malam," ujar Alex.

Dalam sidang pleidoi Kamis (10/6/2021) Rizieq menyinggung tuntutan enam tahun penjara terhadapnya di kasus RS UMMI Bogor lebih rendah dibandingkan tuntutan JPU pada kasus red notice Djoko.

Baca juga: Nasib Pilu Bocah ML yang Dikubur Hidup-hidup Pamannya: Ibu Meninggal Dunia, Ayah Dipenjara

Yakni kasus Djoko menyuap Jaksa Pinangki Sirna Malasari dan dua jenderal polisi Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo yang diadili Pengadilan Tipikor Jakarta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved