Breaking News:

Sidang Rizieq Shihab

Tanggapi Nota Pembelaan Menanti Rizieq Shihab, Jaksa Sebut Hanif Alatas Tak Serius Perhatikan Sidang

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menanggapi pleidoi atau nota pembelaan Muhammad Hanif Alatas dalam perkara dugaan tindak pidana pemberitahuan bohong.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Muhammad Hanif Alatas saat dihadirkan sebagai terdakwa kasus dugaan tindak pidana pemberitahuan bohong tes swab RS UMMI Bogor di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (14/6/2021).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menanggapi pleidoi atau nota pembelaan Muhammad Hanif Alatas dalam perkara dugaan tindak pidana pemberitahuan bohong.

Melalui replik yang disampaikan di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur JPU membantah tuntutan mereka di perkara tes swab RS UMMI Bogor mengabaikan fakta persidangan.

"Sangat menyayangkan atas pleidoi terdakwa yang menyatakan Jaksa Penuntut Umum tidak objektif dan banyak mengabaikan fakta-fakta yang terungkap di persidangan serta lebih banyak fokus pada keterangan-keterangan yang ada dalam BAP," kata JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (14/6/2021).

JPU menyatakan tuntutan hukuman dua tahun penjara terhadap Hanif sudah objektif, sebaliknya mereka menilai menantu Rizieq itu tidak memperhatikan jalannya sidang perkara RS UMMI Bogor.

Menurut JPU anggapan Hanif dalam pleidoi setebal 220 halaman yang dibuatnya pribadi dari Rutan Bareskrim Polri tempatnya ditahan justru tidak didasari bukti atau bersifat tudingan.

"Hal tersebut tidak didasari dengan bukti yang konkrit dan terkesan terdakwa tidak pernah serius memperhatikan jalannya persidangan yang sudah berlangsung sampai saat ini," ujarnya.

Baca juga: Jaksa Anggap Cerita Rizieq Shihab di Pleidoi Hanya Cari Panggung

Baca juga: Rizieq Shihab Pakai Kata Kasar di Pleidoi, Jaksa: Imam Besar Hanya Isapan Jempol Belaka

Alasannya terhadap setiap saksi yang dihadirkan dalam sidang selalu diajukan pertanyaan apakah mereka memberi keterangan sesuai BAP saat diperiksa penyidik Bareskrim Polri atau tidak.

JPU menyebut seluruh saksi yang dihadirkan menjawab pertanyaan tersebut bahwa keterangan mereka dalam sidang di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur serupa isi BAP.

"Sehingga keterangan tersebut adalah sah sebagai alat bukti sebagaimana diatur dalam pasal 184 ayat 1 juncto Pasal 185 ayat 1 KUHAP. Hal ini memperlihatkan bahwa Jaksa Penuntut Umum telah objektif menilai keterangan saksi," tutur JPU.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved