Melihat Uma Lengge, Rumah Adat Bima yang Telah Berusia Lebih dari 500 Tahun
Bangunan tersebut disebut Uma Lengge. Warga sekitar biasa menggunakan bagian bawah Uma Lengge untuk sekedar duduk bersantai sambil menikmati alam Bima
Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Muhammad Zulfikar
“Ada 113 Uma Lengge ya yang seperti ini,” katanya.
Hasan mengatakan, proses pembangunan Uma Lengge ini dikerjakan secara gotong royong oleh warga sekitar.
Hal yang cukup unik, Uma Lengge dibangun tanpa menggunakan paku besi, melainkan pasak kayu yang berukuran cukup besar.
“Iya makanya ini (Uma Lengge) lain dari yang lain, dulu kami tidak diperkenankan pakai paku. Sudah matang perhitungan orang tua,” ujar Hasan.
Meski dibangun tanpa menggunakan paku besi, Uma Lengge masih berdiri kokoh selama ratusan tahun, dan kuat diterjang cuaca ekstrem.
Atapnya yang berbentuk kerucut pun tak menggunakan genting, melainkan daun rumbia yang disusun secara berjajar seperti jerami.
Daun rumbia ini pun cukup kuat menahan derasnya hujan, dan dijamin tidak akan bocor ke dalam tempat penyimpanan hasil tani yang ada di lantai dua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/uma-lengge-rumah-adat-di-desa-wisata-maria.jpg)