Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangsel

Wali Kota Tangsel Terbitkan Surat Edaran PPKM: Mal dan Kafe Wajib Tutup Jam 8 Malam

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menerbitkan surat edaran (SE) tentang Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAH TOHIR
Ilustrasi Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menerbitkan surat edaran (SE) tentang Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menerbitkan surat edaran (SE) tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Dalam edaran nomor 443/2073/Huk itu, sejumlah aturan baru diberlakukan dalam rangka menekan penularan Covid-19. 

"Surat edaran berlaku pada 15-28 Juni 2021," kata Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, saat dihubungi TribunJakarta.com, Minggu (20/6/2021).

Benyamin sangat menekankan penerapan protokol kesehatan 5M dalam surat edarannya, menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. 

Baca juga: 5.582 Orang Positif Covid-19 di Jakarta Hari Ini, 224 Diantaranya Berusia 0 Sampai 5 Tahun

Pada poin 5, huruf c, Benyamin menyampaikan kepada pengelola mal, pelaku usaha kafe, UMKM dan warung tenda bahwa wajib tutup tidak lebih dari jam 20.00 WIB. 

Selama beroperasi, pengelola hanya boleh menerima jumlah pengunjung 50% dari kapasitas mal.

Sedangkan untuk pengusaha restoran atau warung tenda, wajib membatasi pengunjung makan di tempat (dine in) 50% dari kapasitas ruangnya.

"Selain kewajiban sebagaimana dimaksud pada huruf a, khusus pelaku usaha restoran untuk layanan ditempat (dine-in) maksimal 50% (lima puluh persen) dari daya tampung/ kapasitas maksimal dan untuk layanan pesan antar/ dibawa pulang (take-away) diperbolehkan sampai dengan jam operasional restoran berakhir dengan menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat," tertulis pada poin 5 huruf e.

Baca juga: Viral Pengemudi Mobil Lepas Tembakan ke Udara di Melawai Jaksel, Polisi Temukan 2 Selongsong Peluru

Namun pada poin lima yang menyasar para pelaku usaha itu tidak tertulis adanya sanksi jika aturan dilanggar. 

Berbeda dengan poin 10 yang menyasar fasilitas umum.

Pada huruf b, tertulis sanksi tegas penutupan lokasi bagi pengelola wisata air yang masih beroperasi.

Baca juga: RSUD Penuh, Dinkes Kota Bekasi Minta Seluruh RS Swasta Perluas Ruang Rawat Isolasi Covid-19

"Wajib menghentikan sementara kegiatan pada fasilitas umum/ tempat wisata/ taman antara lain berupa wisata permainan air, gelanggang renang, kolam renang, serta apabila terjadi pelanggaran dilakukan penegakan hukum penutupan lokasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan."

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved