Breaking News:

Wanita Ini Jual Narkoba via Online, Tas Pinggang Dibuat Jadi Kamuflase

Tersangka pembuat narkotika jenis tembakau sintetis berinisial VN membungkus barang tersebut ke dalam tas pinggang.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Sosok pelaku, VN, yang nekat memproduksi narkotika jenis tembakau sintetis pada Rabu (23/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PESANGGRAHAN - Tersangka pembuat narkotika jenis tembakau sintetis berinisial VN membungkus barang tersebut ke dalam tas pinggang.

Tujuannya untuk menyamarkan barang dagangan yang dijualnya kepada para konsumen.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Azis Andriansyah mengatakan modus tersebut dilakukan agar pelaku seolah-olah sedang berjualan tas.

"Dia kamuflase seakan-akan menjual tas pinggang," ujar Azis kepada Wartawan di Polsek Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Rabu (23/6/2021).

Azis menambahkan sebelum memasukkannya ke dalam tas pinggang, VN mengemas narkotika tersebut ke berbagai ukuran.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Azis Andriansyah menunjukkan barang bukti yang diperlihatkan saat konferensi pers di Polsek Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Rabu (23/6/2021).
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Azis Andriansyah menunjukkan barang bukti yang diperlihatkan saat konferensi pers di Polsek Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Rabu (23/6/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Ukuran 10 gram dijual seharga Rp 550 ribu, 15 gram seharga Rp 700 ribu, 25 gram seharga Rp 1,3 juta, 50 gram seharga Rp 3 juta, 100 gram seharga Rp 5 juta dan 200 gram seharga Rp 8 juta.

Semuanya dijual melalui media sosial dan secara online.

Baca juga: Gadis Medan Dipaksa Jadi PSK oleh Ibu Sejak Usia 11 Tahun, Pengakuannya Buat Hakim Geleng Kepala

Baca juga: Besok, GOR Ciracas Dibuka jadi Tempat Vaksinasi Massal Covid-19

Baca juga: Mobil Terbalik di Lenteng Agung Timpa Pengendara Motor hingga Luka, Sopir Kabur Tak Tanggung Jawab

Warga Petukangan Utara tersebut mengeluarkan modal sebesar Rp 17 juta untuk setiap mengolah bahan mentah menjadi tembakau sintetis.

"Dia memperoleh keuntungan selama 1 bulan atau selama satu kali produksi bisa sampai Rp 60 juta. Artinya, dia memperoleh omzet sekitar Rp 77 juta sampai Rp 80 juta sekali produksi," tambah Azis. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved