Cerita Kriminal
Hancurnya Hati Ayah Dengar Pengakuan Sang Anak & Temannya Dirudapaksa, Berawal Ajakan Babacakan
Hati seorang ayah hancur saat mendengar pengakuan anaknya disekap dan dirudapaksa di Kabupaten Pandeglang, Banten.
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Hati seorang ayah hancur saat mendengar pengakuan anaknya disekap dan dirudapaksa di Kabupaten Pandeglang, Banten.
Korban dengan nama samaran Bunga (11), Mawar (14), dan Melati (15). Ketiganya masih di bangku SD dan SMP.
Pria berisial S pun menceritakan kejadian yang menimpa sang anak dan kedua temannya tersebut.
Peristiwa pemuda merudapaksa tiga anak di bawah umur itu berawal saat pelaku mengajak korban makan bareng atau babacakan di kediaman pelaku di Kabupaten Pandeglang, Banten.
Sang anak dan kedua temannya masih ada hubungan keluarga dan tinggal bertetangga.
Baca juga: Siasat Berulang Dukun Gadungan Kemasukan Makhluk Halus Demi Rudapaksa Anak di Bawah Umur
Pelaku berinisial R dan A menjemput ketiga korban dengan sepeda motor.
"Kita tidak tau awalnya ke tiga pemuda itu dari mana asalnya, karena penuturan dari anak saya cuma mau main dan makan bareng," ujar S.
Setelah mendapat izin orang tua untuk bermain, kedua pelaku dan ketiga korban berangkat menuju tempat tujuan.
Ternyata, seorang pelaku lainnya telah menunggu di rumah yang menjadi lokasi makan bareng.
Kemudian, salah satu korban meminta untuk diantar pulang setelah selesai makan bareng.
Namun, ketiga pelaku 'menahan'; korban dengan alasan sepeda motor mereka sedang dipinjam teman.
"Akhirnya sampai malam itu alasannya terus saja begitu dan sampai malam hari mereka tetap tidak bisa pulang lantaran motornya sedang ditambal," imbuhnya.
Baca juga: Permintaan Bercinta Ditolak, Pria Ajak Tiga Teman Ikut Rudapaksa Pacarnya, Kebun Karet Saksi Bisunya
Keluarga ketiga korban panik begitu malam hari buah hati mereka tidak pulang.
"Pas malam itu, keluarga semuanya sudah pada panik mencari. HP-nya semua juga sudah enggak ada yang aktif, ditanyain ke temannya, enggak ada yang tahu," tuturnya.
Pasca-menginap tersebut, pihaknya tetap tak mendapatkan kabar dari anaknya dan keponakannya tersebut selama dua hari kemudian.
Baca juga: Akhir Kisah Pria Bejat Rudapaksa Putrinya Bertahun-tahun, Vonis Kebiri Kimia dan 20 Tahun Penjara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-pelecehan-seksual.jpg)