Virus Corona di Indonesia

CATAT 6 Hal Yang Perlu Dihindari saat Isolasi Mandiri, Pastikan Konsumsi Obat Sesuai Gejala

Berikut sederet hal yang perlu dihindari saat isolasi mandiri di rumah, apa saja?

Editor: Muji Lestari
SHUTTERSTOCK/irem01
Ilustrasi isolasi mandiri di rumah. Berikut sederet hal yang perlu dihindari saat isolasi mandiri di rumah, apa saja? 

- Jarak antardosis minimal 4 jam

- Untuk usia di bawah 18 tahun atau berat badan di bawah 50 kg, tanyakan dosis maksimum kepada tenaga kesehatan

- Jika demam berlanjut, tempelkan kain basah dingin di dahi

Simak hal yang boleh dan tidak boleh saat menjalani isolasi mandiri.
Simak hal yang boleh dan tidak boleh saat menjalani isolasi mandiri. (Intagram @whoindonesia)

Yang perlu diperhatikan, Covid-19 dengan gejala berat dapat menyebabkan infeksi bakteri sekunder dan infeksi jamur.

Jika hal ini terjadi, biasanya tenaga kesehatan menyarankan antibiotik atau antijamur.

Ikuti instruksi tersebut dengan ketat.

Pasien Covid-19 yang menjalani isoman diimbau untuk tak melakukan pengobatan sendiri, tanpa pengawasan tenaga kesehatan.

Hal yang perlu dihindari saat isolasi mandiri

Di sisi lain, ada beberapa hal yang harus dihindari oleh pasien Covid-19 agar pengobatan dapat berjalan lancar dan efektif.

Berikut sederet hal yang perlu dihindari saat isolasi mandiri di rumah, apa saja?leh pasien Covid-19 agar pengobatan dapat berjalan lancar dan efektif.

Baca juga: Simak Cara Dapat Obat Gratis Bagi Pasien Isoman Covid-19, Khusus Wilayah DKI Jakarta

- Jangan melakukan pengobatan sendiri dengan antibiotik. Covid-19 disebabkan oleh virus. Antibiotik tidak berdampak pada virus.

- Jangan melakukan pengobatan sendiri dengan steroid. Sebab, penggunaan berlebih steroid dapat berdampak serius dan mengancam nyawa, termasuk infeksi mukormikosis (jamur hitam).

- Jangan melalukan pengobatan sendiri dengan obat lain tanpa anjuran dari tenaga kesehatan.

- WHO tidak merekomendasikan penggunaan hidroksiklorokuin, lopinavir/ritonavir.

- WHO saat ini berlum merekomendasikan penggunaan remdesivir pada pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, apa pun tingkat keparahan penyakitnya, karena belum ditemukan bukti yang cukup kuat bahwa penggunaannya bermanfaat.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved