Info Kesehatan

Dokter Paru Bagikan Cara Menggunakan Tabung Oksigen untuk Isolasi Mandiri, Jangan Sembarangan!

dr Fahmi Alatas membagikan cara menggunakan tabung oksigen di rumah untuk isolasi mandiri pasien Covid-19.

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Siti Nawiroh
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Dokter Paru Bagikan Cara Menggunakan Tabung Oksigen untuk Isolasi Mandiri, Jangan Sembarangan! 

TRIBUNJAKARTA.COM - Dokter Spesialis Paru, dr Fahmi Alatas membagikan cara menggunakan tabung oksigen di rumah untuk isolasi mandiri pasien Covid-19.

Sebagaimana diketahui, tabung oksigen saat ini diperlukan bagi pasien Covid-19 yang memiliki masalah pernapasan.

Meski demikian, terdapat beberapa langkah yang harus diperhatikan untuk menggunakannya.

Jika kamu tak paham menggunakannya, maka amat beresiko untuk kondisi pasien.

Dilansir dari vlognya, dr Fahmi Alatas membagikan sejumlah cara yang patut diperhatikan.

Langkah pertama, dr Fahmi menjelaskan, sebelum menggunakan tabung oksigen, pasien perlu memastikan dulu kadar oksigen dalam darahnya dengan menggunakan alat oksimeter atau pulse oxymeter.

Setelah tahu, ini akan membantu seberapa besar daya oksigen yang diberikan ke pasien.

Kemudian, perlu memasang humidifier atau pelembap udara saat isolasi mandiri.

Baca juga: Tata Cara Layanan Telemedicine & Daftar Obat dari Kemenkes Bagi Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri

"Humidifier diisi dengan air, usahakan airnya tidak mengandung mineral sehingga alat tidak berkarat," terang dr Fahmi Alatas.

Apabila Humidifier sudah terisi air, maka lakukan pemasangan di tempat yang sudah disediakan.

Kemudian, siapkan kanula atau selang oksigen.

"Ada dua ukuran, ukuran anak-anak dan ukuran dewasa. Ini dibutuhkan pada kebutuhan oksigen 6 liter per menit. Kalau lebih dari 6 liter, tidak boleh pakai kanula melainkan selang yang ada maskernya (sungkup)," papar dr Fahmi Alatas.

Selanjutnya, ujung dari kanula dihubungkan ke humidifier, pastikan tidak ada udara yang keluar atau longgar saat memasangnya.

Baca juga: Indra Penciuman Hilang karena Covid-19, Begini Cara Memulihkan Tanpa Obat dan Dokter

Lalu, oksigennya dinyalakan untuk memastikan apakah oksigen dalam tabung benar ada atau tidak. Caranya, buka krannya yang ada di atas tabung.

"Pastikan di manometer jarumnya mengarah ke warna hijau yang artinya oksigen di dalam tabung terisi penuh," jelas dr Fahmi.

Apabila sudah, sekarang waktunya mengukur berapa banyak oksigen yang dibutuhkan dengan mengatur alat di sisi ujung yang memiliki derajat angka dan ada bola besi hitam di dalamnya.

Dokter Spesialis Paru dr Fahmi Alatas membagikan cara menggunakan tabung oksigen
Dokter Spesialis Paru dr Fahmi Alatas membagikan cara menggunakan tabung oksigen (YouTube)

Saat alat ini diukur ke angka yang diharapkan, pastikan air di dalam humidifier bergejolak.

Lalu, pakai selang oksigen. Pertama, pasang dua kanul yang ada di selang ke dalam hidung.

Kemudian, selang yang lainnya dikaitkan di telinga.

Baca juga: 4 Langkah Isolasi Mandiri di Tengah Krisis Oksigen, Ini Penjelasan Lengkap Dokter RSA UGM

Di bagian bawah kanul ada penguncinya. Jadi, kalau mau ketat tinggal dikencangkan, kalau mau sedikit longgar, tinggal diatur pada bagian kuncinya.

Tak hanya itu, dr Fahmi mengimbau untuk tidak memakai selang oksigen sembarangan, misal pemakaian selang dikunci di belakang kepala atau di atas kepala.

Kunci selang oksigen yang benar harus ada di bawah dagu.

Cara Merawat Keluarga yang Positif Covid-19 di Rumah

Berikut ini 5 cara merawat keluarga yang positif Covid-19 di rumah:

Baca juga: Simak Cara Membuang Sampah Pasien Covid-19 saat Isolasi Mandiri, Jangan Dicampur Limbah Rumah Tangga

1. Kamar tidur

Anggota keluarga yang positif Covid-19 harus ditempatkan di kamar berbeda dengan anggota keluarga lain yang negatif.

Tempatkan di kamar dengan ventilasi alami yang baik, pencahayaan yang baik, dan ada ruang untuk beribadah.

Baca juga: Jangan Salah Kaprah, Begini Cara Melakukan Teknik Proning, Bantu Saturasi Oksigen Pasien Covid-19

Baca juga: Camat Positif Covid-19, Kantor Kecamatan Kebayoran Baru Sempat Tutup: Senin Buka Kembali

Jika memungkinkan, ada ruang terbuka dengan sinar matahari cukup untuk berjemur dan olahraga untuk membantu menghindarkan stres.

Selain itu, obat-obatan dan peralatan medis, seperti oxymeter dan thermometer disimpan di dalam kamar, agar pasien bisa selalu memantau kondisi dirinya.

2. Kamar mandi

Sama seperti kamar tidur, kamar mandi dan tempat cuci tangan juga harus terpisah dengan anggota keluarga lainnya.

Semua peralatan mandi, seperti odol, sabun, dan sisir tidak boleh berbagi dengan anggota keluarga lain, serta harus disimpan di tempat berbeda.

Jika tidak memungkinkan, maka kamar mandi dan tempat cuci tangan harus sering dibersihkan dengan desinfektan, setiap setelah digunakan oleh anggota keluarga yang positif Covid-19.

Anggota keluarga yang positif Covid-19 sebaiknya memakai tissue untuk mengelap tangan setelah mencuci tangan dan segera membuangnya ke tempat sampah.

Sediakan juga hand sanitizer khusus untuk anggota keluarga yang positif Covid-19.

Ilustrasi masker.
Ilustrasi masker. (freepik.com)

3. Sampah

Sampah dimasukkan di dalam plastik terpisah yang diletakkan di dalam kamar anggota keluarga yang positif Covid-19.

Anggota keluarga yang sehat harus memakai masker dobel dan sarung tangan saat mengambilnya.

Segera cuci tangan pakai air dan sabun setelah membuang sampah.

4. Mencuci pakaian

Mencuci pakaian anggota keluarga yang positif Covid-19 juga harus dilakukan secara terpisah dari anggota keluarga lain.

Pakai masker dobel dan sarung tangan karet saat mencuci pakaian.

Sebelum mencucinya, ada baiknya merendam pakaian dengan deterjen lebih dulu.

Cuci tangan pakai sabun dan air selama 20 detik setelah mencuci pakaian.

Baca juga: Simak Cara Dapat Obat Gratis Bagi Pasien Isoman Covid-19, Khusus Wilayah DKI Jakarta

5. Makan

Gunakan alat makan yang berbeda dengan dengan anggota keluarga lainnya, simpan di tempat berbeda, dan cuci dengan air dan sabun cuci piring.

Pakai sarung tangan dan masker dobel saat memberikan makan dan mengambil kembali peralatan makan.

Jika pasien tidak mungkinkan untuk makan sendiri, anggota keluarga yang merawat sebaiknya memakai alat pelindung diri.

Jangan menyentuh wajah saat harus membersihkan peralatan makan anggota keluarga yang positif Covid-19.

Selalu cuci tangan dengan air dan sabun setelah membersihkan peralatan makan.

Saat merawat anggota keluarga yang positif Covid-19, anggota keluarga lain harus memahami cara pencegahan penularan infeksi, seperti cara cuci tangan pakai sabun yang baik, etika batuk dan bersin, cara membersikan perabotan rumah hingga cara melakukan disinfeksi di rumah.

Dilansir Kompas.com, hal lain yang perlu diperhatikan, anggota keluarga yang merawat sebaiknya dalam kondisi sehat dan tidak termasuk golongan kelompok berisiko tinggi Covid-19, yaitu lansia, ibu hamil, dan orang yang memiliki penyakit bawaan.

Dokter yang praktik di Primaya Evasari Hospital ini juga mengingatkan, anggota keluarga yang merawat pasien Covid-19 harus melakukan tes swab PCR satu hari setelah kontak erat dan bisa diulang lima hari kemudian.

“Risiko tertular saat merawat anggota keluarga yang positif Covid-19 tentu selalu ada. Namun, ini bisa diminimalisasi dengan penggunaan masker yang benar dan sarung tangan, serta bisa ditambah dengan penggunaan APD ( alat pelindung diri) yang benar,” ujar dr. Hendra.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved