Cerita Kriminal

Pandemi Buat Mahasiswi jadi Muncikari Prostitusi, Bisa Terciduk karena Tak Tahu Tamunya Itu Polisi

Pandemi Covid-19 membuat seorang mahasiswi malah beralih menjadi muncikari kasus prostitusi.

Editor: Elga H Putra
Shutterstock via Kompas
Ilustrasi uang. Pandemi Covid-19 membuat seorang mahasiswi malah beralih menjadi muncikari kasus prostitusi. 

TRIBUNJAKARTA.COM, ACEH - Pandemi Covid-19 membuat seorang mahasiswi malah beralih menjadi muncikari kasus prostitusi.

Hal itu dilakikan oleh Z (24), seorang mahasiswi di wilayah barat selatan Aceh (Barsela).

Warga Kecamatan Kuala, Nagan Raya berhasil diciduk karena tak menyadari bahwa tamu yang memesan jasa kencan singkatnya itu adalah polisi.

Mahasiswi ini dibekuk pada Minggu (11/7/2021) dan hingga kini masih jalani pemeriksaan intensif di Polres Nagan Raya.

Selan Z selaku muncikari, turut diamankan pula Mereka adalah MS (17), warga asal Aceh Barat, RF (23) dan NL (25), keduanya warga Nagan Raya yang diduga menjadi pekerja seks di bawah kendali sang mahasiswi.

Namun, ketiga wanita itu statusnya masih sebagai saksi.

Baca juga: Bukan Aksi Pertama, Terkuak Pembagian Peran Pasutri Muncikari yang Sekap Gadis ABG Buat Jadi PSK

Adapun dalam penangkapan Z, polisi turut menyita barang bukti (BB) ponsel pelaku serta sejumlah tangkapan layar media sosial yang digunakan sang muncikari untuk menjajakan wanita yang dikelolanya.

Selain itu, ada pula uang tunai Rp 900.000 yang turut diamankan.

Tawarkan via Medsos

Layaknya kasus prostitusi yang kini tengah marak, modus yang dilakukan Z yakni menawarkan para wanita yang dikelolanya kepada pria hidung belang menggunakan media sosial.

Baca juga: Polisi Tangkap Pasutri Sindikat Muncikari Perekrut Gadis di Bawah Umur untuk Dijadikan PSK

Baca juga: Modus Muncikari Prostitusi Online di Hotel Jakbar: Pacari Anak di Bawah Umur dan Jual Lewat MiChat

Baca juga: Polisi Sebut Muncikari Prostitusi di Hotel Reddoorz TIS Square Juga Anak di Bawah Umur

Mulai dari Facebook, Instagram hingga WhatsApp digunakan Z untuk menarik para pria hidung belang yang iongin menikmati jasa dari para anak buahnya.

Tersangka pelaku menawarkan seorang perempuan berinisial MS yang masih di bawah umur atau 17 tahun melalui medsos miliknya.

Polisi yang mendapat laporan dugaan praktik prostitusi di Nagan Raya dan sejumlah kabupaten tetangga itu langsung mendalami kasus ini.

Dari hasil penyelidikan ternyata tersangka yang tak lain muncikari itu menawarkan wanita MS dengan harga Rp 500.000 kepada pelanggan (user)-nya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved