Cerita Kriminal

Pandemi Buat Mahasiswi jadi Muncikari Prostitusi, Bisa Terciduk karena Tak Tahu Tamunya Itu Polisi

Pandemi Covid-19 membuat seorang mahasiswi malah beralih menjadi muncikari kasus prostitusi.

Editor: Elga H Putra
Shutterstock via Kompas
Ilustrasi uang. Pandemi Covid-19 membuat seorang mahasiswi malah beralih menjadi muncikari kasus prostitusi. 

Pasalnya, selisih yang Rp 400.000 lagi untuk pelaku.

Ilustrasi Uang.
Ilustrasi Uang. (ohayo)

Polisi pun melakukan penyamaran dengan cara seolah-olah sebagai pelanggan guna mengungkap kasus itu.

Polisi pun memancing pelaku yang membawa korban MS untuk datang ke sebuah rumah di sebuah desa di Kecamatan Suka Makmue, Nagan Raya, setelah sebelumnya terjadi komunikasi dengan pesan WhatsApp.

Saat itulah akhirnya Z beserta wanita yang dijajakannya bisa diamankan polisi.

“Pelaku masih kita mintai keterangan guna mengungkap praktik yang meresahkan masyarakat itu,” ujar Kasat Reskrim Polres Nagan Raya, AKP Machfud dilansir TribunJakarta.com dari Prohaba, Senin (19/7/2021).

Kasat Reskrim mengatakan, praktik prostitusi online dengan menjual jasa kepada pelanggan sudah ditekuni wanita Z sejak tahun 2020.

Ia menawarkan sejumlah perempuan, baik yang masih usia sekolah hingga mahasiswi, asal Nagan Raya dan Aceh Barat.

“Kami masih terus mendalami kasus ini. Sejumlah orang yang pernah jadi korban atau pelanggan akan dipanggil guna dimintai keterangan,” katanya.

Baca juga: Anak Kelas 5 SD Ditawarkan Jadi PSK Lewat MiChat, Korban Dijual Muncikari Seharga Rp450 Ribu

Baca juga: Gadis 17 Tahun Jadi Muncikari Prostitusi Online, Tawarkan Rekan-rekan Seusianya

Kasus Serupa

CT (25) mahasiswi asal Jakarta Timur menjadi muncikari di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

CT masih berstatus sebagai seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi.

Tim Polda NTB juga menangkap dua wanita lainnya berinisial DT (24) dan NA yang berasal Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.

Kedua diduga merupakan korban yang ditawarkan CT kepada lelaki hidung belang melalui MiChat.

Diketahui, jaringan prostitusi online di hotel berbintang beroperasi di Kota Surabaya dan Bali sebelum di Kota Mataram.

Tapi karena pasar di dua kota tersebut sedang sepi, mereka eksodus ke Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved