Antisipasi Virus Corona di Bekasi
Suplai Oksigen di Rumah Sakit Masih Kurang, Wali Kota Bekasi Berencana Bangun Generator Oksigen
Suplai oksigen rumah sakit milik pemerintah di Kota Bekasi masih kurang di tengah meningkatnya kebutuhan akibat lonjakan kasus Covid-19.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengakui, suplai oksigen untuk rumah sakit milik pemerintah di wilayahnya masih kurang di tengah meningkatnya kebutuhan akibat lonjakan kasus Covid-19.
Pria yang akrab disapan Pepen ini mengatakan, pihaknya berencana membangun generator oksigen untuk menyuplai kebutuhan oksigen di empat RSUD tipe D Kota Bekasi.
"Kita mau mengadakan generator oksigen yang bisa kita pergunakan untuk rumah sakit Tipe D kita, saat ini kebutuhannya 70 tabung per rumah sakit," kata Pepen.
Namun, perusahaan produsen oksigen PT Samator sejauh ini baru bisa memenuhi sebanyak 20 tabung per rumah sakit.
"Artinyakan ada kekurangan 50 tabung per rumah sakit, RSUD Tipe D Kota Bekasi ada empat jadi masih ada kekurangan sekitar 200 tabung," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga terus berupaya memastikan kebutuhan oksigen di RSUD Chasbullah Abdulmadjid serta rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Bekasi.
Baru-baru ini, Kota Bekasi mendapatkan bantuan sebanyak 150 tabung dari relawan yang disuplai setiap pekan.
Baca juga: Kapolres Metro Jakarta Selatan Perintahkan 20 Polisi Siaga Jaga Lokasi Tawuran di Pasar Manggis
Baca juga: PPKM Darurat Berubah Nama Jadi PPKM Level 4, Peraturan di Kota Tangerang Masih Sama
Baca juga: Tak Perlu Tes Ulang Usai Jalani Isolasi 2 Pekan, Pemprov DKI: Pasien Covid-19 Bisa Beraktivitas
"Jadi kalau ada 150 setiap pekan, artinya kita punya suplai oksigen dari relawan siaga 600 tabung sebulan, alhamdulillah Kesulitan-kesulitan berkenaan dengan oksigen pun juga mulai terurai," jelasnya.
Wali Kota Bakal Ajukan Data Terbaru ke Mendagri
Berdasarkan surat Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmdgari), Kota Bekasi ditetapkan sebagai wilayah yang masuk ke dalam kebijakan PPKM Darurat level 4.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, pihaknya akan mengajukan data terbaru ke Mendagri terkait situasi sebaran Covid-19.
"Kita akan sampaikan ke Mendagri, mungkin ada data yang salah sehingga kita ditempatkan ke level 4, kalau di level 4 kita ekonomi nggal jalan semua," kata Rahmat di Stadion Patriot Bekasi, Rabu (21/7/2021).
Dia menjelaskan, penetapan level 4 oleh Mendagri tentu saja berdasarkan data. Data tersebut didapat dari wilayah dalam hal ini Satgas Covid-19 tingkat Kota/Kabupaten.
Untuk itu, dia akan menyampaikan data terbaru sesuai fakta di lapangan. Tujuannya agar penetapan PPKM level 4 di Kota Bekasi dapat ditinjau ulang.
