Viral di Medsos
Tangan dan Kaki Diikat, Begini Kondisi Terbaru Pria yang Diduga Dianiaya Warga Karena Covid-19
Tangan dan kaki diikat, begini kondisi terbaru seorang pria di Sumatera Utara yang positif covid-19.
Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Muhammad Zulfikar
"Kemarin saat terpapar (Covid-19), entah stress atau apa, asal ketemu sama orang, dipelukinya orang supaya kena juga," kata Audy seperti dikutip dari Tribun Medan.
Bahkan disebut, Salamat Sianipiar pergi ke warung-warung yang ada di daerahnya untuk memeluk setiap orang.
Warga sempat membujuk Salamat Sianipar agar kembali ke rumahnya dan menjalani isolasi mandiri.
Namun, ia bersikukuh menolak dan malah menyebabkan kegelisahan warga.
Baca juga: Aksi Polos Bocah Kelas 5 SD Bertanya Presiden Ngapain Aja?, Jokowi Jawab Sambil Tertawa
Karena hal tersebut, warga akhirnya berinisiatif menangkap, mengikat, bahkan diduga sempat menganiaya Salamat Sianipiar.
Terbaru melalui unggahannya, Jhosua mengabarkan pamannya sudah berada di RSUD Porsea untuk menjalani perawatan.
Tangan dan kaki terikat
Dikutip dari Instagram @torang.14, Anggota DPRD Toba Torang Sitorus menginformasikan kondisi Salamat Sianipar di rumah sakit.
Salamat Sianipar yang terkonfirmasi covid-19 sudah menjalani isolasi di rumah sakit.
Dalam video yang diunggah Torang, terlihat tangan dan kaki Salamat Sianipar diikat saat berbaring di kasur.
Dijelaskan Torang, hal itu dilakukan demi mencegah Salamat Sianipar kabur dan menyakiti dirinya sendiri.
"Beliau diikat karna ditakutkan beliau dapat kabur kembali,"

"Dan karna beliu mau memukul dirinya sendiri yg dapat membayakan nyawanya."
"Dan masalah ini sudah ditangani oleh pihak berwajib," tulisnya.
Torang menyebut kejadian ini sudah ditangani pihak berwajib.
Baca juga: Asep Tak Mampu Bayar Denda PPKM dan Pilih Dibui, Curhat ke Najwa Shihab Berharap Ini ke Pemerintah