Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Depok

Setumpuk Aturan Baru PPKM Level 4 di Depok, Dine In di Warteg Hingga Lapak Kaki Lima Dibatasi Waktu

Pemerintah Kota Depok mengeluarkan aturan terbaru terkait kebijakan makan di tempat (dine in) di seluruh tempat makan

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Suasana di Warteg Warmo Tebet Jakarta Selatan yang mulai melayani makan di tempat, Senin (26/7/2021). Aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 yang berlaku dari tanggal 26 Juli hingga 2 Agustus 2021 membolehkan warteg untuk melayani makan di tempat selama 20 menit untuk setiap pembeli. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Pemerintah Kota Depok mengeluarkan aturan terbaru terkait kebijakan makan di tempat (dine in) di seluruh tempat makan selama masa PPKM Level 4 ini berlangsung hingga tanggal 2 Agustus 2021 mendatang.

Seperti diketahui, pemerintah pusat telah mengizinkan dine in di tempat makan dengan sejumlah persyaratan yang di antaranya adalah hanya boleh maksimal tiga orang dengan durasi 20 menit.

Aturan tersebut diadaptasi di Kota Depok, dan tertuang dalam Surat Keputusan Wali Kota Depok Nomor 443/292/Kpts/Satgas/Huk/2021.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mengatakan, yang boleh menerapkan dine in hanyalah warung makan seperti warteg, pedagang kaki lima, lapka jajanan, dan sejenisnya.

“Warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya, diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 20.00 WIB dengan pengunjung makan ditempat paling banyak 3 (tiga) orang dan waktu makan paling lama 20 (dua puluh) menit,’ ujar Idris dalam surat keputusannya tersebut, Senin (26/7/2021).

Sementara untuk restoran atau rumah makan, kafe, yang berada di dalam gedung atau juga toko dengan kondisi tertutup, tidak diizinkan dine ini dan hanya boleh take away.

Baca juga: Pembeli Boleh Makan di Tempat, Pemilik Warteg di Jakarta Timur Tetap Mengeluh Pelanggan Sepi

“Restoran/rumah makan, kafe, dengan lokasi yang berada dalam gedung/toko tertutup yang berada pada lokasi tersendiri hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan ditempat (dine-in) sampai dengan pukul 21.00 WIB,” tegasnya.

Selain itu, terdapat juga aturan di pusat perbelanjaan, mal, atau juga pusat perdagangan yang ditutup sementara.

“Pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan ditutup sementara, kecuali akses untuk pegawai toko yang melayani penjualan online dengan maksimal 3 (tiga) orang setiap toko. Untuk akses pegawai restoran, supermarket, dan pasar swalayan dapat diperbolehkan dengan memperhatikan ketentuan,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved